Ternyata, yang jadi teman bermain dan belajar bukan cuma majalah Bobo. MapInfo Profesional juga bisa menjadi teman bermain dan belajar yang sangat-sangat mengasyikkan. Sudah beberapa (baca: dua!) hari berlalu sejak postingan terakhir kemaren, and you know what, saya masih belum bisa pisah dengan si dia yang cantik dan mempesona ini.
Jika MapInfo diibaratkan seorang wanita caem, maka pada kesempatan ini saya akan mencoba nyomblangin nona MapInfo dengan dua pria yang sama-sama charming.
Pria yang pertama bernama Google Earth. Usianya masih bisa dibilang muda tapi kekayaan finansial dan inovasi intelektualnya luar biasa. Pria ini mengklaim dirinya baik hati, sesuai dengan pedoman hidupnya yang berbunyi “Don’t Do Evil.”
Pria yang kedua bernama Microsoft Bing. Muncul setelah Google Earth, padahal sejatinya dia adalah pria stok lama (baca: pak tua)
. Kekayaan dan inovasinya? Pake ditanya? Anda ngga bakal bisa hidup di jaman Information Superhighways seperti sekarang ini jika ngga kenal dengan Microsoft
Meski begitu, apakah bayang-bayang kesuksesan besar pak tua Microsoft membuat ia sukses berpasangan dengan nona manis ini? Bagaimana serunya persaingannya dengan om muda Google Earth? Dearest readers yang berniat nyomblangin temennya wajib baca postingan ini sampe akhir
Pertama-tama, saya mengatur objek-objek apa saja yang mau saya tampilkan di Mapinfo. Daerah yang saya tampilkan adalah daerah Brisbane, Australia (udah lama pengen kesini sayang belum kesampean). Points of interest yang saya atur layer-nya untuk tampil adalah jalan raya, daerah pemukiman, taman, daerah sentra bisnis, jalur rel kereta api, stasiun kereta api dan sekolah.
LAGA PUN DIMULAI. JRENG JRENG…
Saya ingin mengecek berapa sih tingkat detil & akurasi peta ini dengan kondisi riilnya di lapangan. Hopefully, peta ini bermanfaat buat penggunanya. Capek donk kalo bikin peta ternyata ngga dipake ama pengguna karena informasi letak, jarak dan ruangnya ngga pas dengan kondisi nyata di lapangan. Kalo kaya begitu, pengguna keburu ngambek. It’s a shame buat para pembuat peta kalo peta bikinannya kalah efektif dengan Sistem Tanya Penduduk atau Sistem Tanya Pak RT
GOOGLE EARTH
Kita akan memetakan letak stasiun kereta api di Brisbane (ada 6 stasiun, seperti yang tampak pada peta di atas). Pertama-tama, kita harus menginstal Google Earth terlebih dahulu di komputer kita. Bisa diunduh disini.
Setelah itu, kita wajib mengaktifkan plugin Google Earth Connection Utility di MapInfo, dengan cara mengakses Tool > Tool Manager > Google Earth Connection Utility (cek opsi loaded & autoload) > klik OK. Setelah itu akses Map > Google Earth Link > Export to Google Earth. Saksikan bola dunia yang berputar menakjubkan ini. Hasilnya:
Ha3. Saya happy karena presisi letak, jarak dan ruang dari objek (6 stasiun) yang tampil di peta MapInfo dan Aerial Imagery Google Earth sangat tinggi. Informasi nama stasiun dan daerah pun tercantum lengkap. Peta saya bisa dibilang reliable karena sesuai dengan kondisi nyata!
Tapi..Tapi..Tapi.. Output-nya kok berlainan ya? Peta dan Aerial Imagery-nya ngga bisa saling ditampalkan. Saya ingin layer peta berada diatas layer Aerial Imagery… Bisa kok. Geser aja slider tranparency di sebelah kiri. Hasilnya akan seperti ini:
MICROSOFT BING
Saya pun menjajal Bing. Fyi, ternyata nona MapInfo sudah main mata dengan pak tua Microsoft.
Buktinya adalah tulisan ini di Web Pitney Bowes:
MapInfo Professional® is a powerful Microsoft® Windows®-based mapping and geographic analysis application from the experts in location intelligence.
Cara aktifasi Bing dalam MapInfo sangat simpel. Cukup klik ikon “Bing” di Main Tool. Hanya saja, akses ke server Aerial Imagery Bing sangat lambat. Pada percobaan pertama, saya mendapatkan hasil “menakjubkan” ini:
Pak tua ternyata (memang) letoy. Letih lesu tanpa tenaga. Aduh. Ya udah, saya ke warung untuk beli minuman joss-jossan penambah energi. Ayo pak tua! Genjooott terus!
(Saya mematikan browser untuk mempercepat koneksi ke server Bing. Aneh. Tadi, dengan kecepatan koneksi yang sama, Google Earth mengalir lancar jaya. Ckckck..)
Yes! Ini yang saya mau. Peta bertampalan dengan Aerial Imagery. Tapi sayang, informasi nama daerah dan nama stasiun tidak tercantum. Padahal, informasi tersebut sudah ada di database peta yang saya buat, tapi ngga dimunculin ama Bing
Selain itu, akses ke server Bing juga cukup membuat mata melotot dan hidung mendengus-dengus..
KESIMPULAN
Performa Google Earth patut diacungi jempol, terutama karena bandwidth-friendly dan ada kebebasan untuk menambah kelengkapan atribut points of interest, misalnya bangunan 3D, kondisi cuaca maupun foto, seperti di bawah ini:
Kemampuan Microsoft Bing juga bisa dibilang mumpuni karena bisa menghasilkan output yang saya inginkan. Hooray! But wait, jangan senang dulu, pak tua. Akses ke server Aerial Imagery Bing sangat-sangat tidak bersahabat. Selain itu tidak ada fitur untuk menambah kelengkapan atribut point of interest.
Untuk saat ini, om Google Earth yang jadi jawaranya. Pak tua Microsoft Bing harus memperbaiki performa & kelengkapan fiturnya jika tetap ingin bersanding dengan nona manis MapInfo





