Bad Vista Campaign

(dr ki-ka: gw yg lg blajar ubuntu :p – BadVista Propaganda – We’re humanbeing! Bukan cuma sasaran marketing softwaremu, Bill – Tux si Pinguin yg tmbah gde komunitasnya dr hr ke hr 🙂

Masih pake XP? Dah pake Vista? Yah gw bukan orang depkominfo kok. Cm nanya. Bneran. Suer ga boong. Gw bukan mo razia software windows bajakan. Iseng2 nyurvei doank brur. Bukan, gw jg bukan anteknya Soy Ruryo (dia – yg – namanya – tak – boleh – disebut – klo – ga – mau – terbahak2- ngliat- track-rekordnya hi3). Malu2in org ugm aja. Secara gw jg org ugm getooh. Malu donk liat mas Soy yg cm doyan masuk insert investigasi gara2 kasus photo esek2 mulan-dani, sandra dewi, masuk tipi gara2 ngomentarin trik magic deddy corbuzier nebak skor final piala eropa. Ngomong muter2 kagak jelas. Bilangnya poto mulan-dani asli padahal jelas palsu (1-0). Ngomentarin deddy katanya deddy naruh kertas jawabannya setelah final rampung padahal pas ditanya gmn cara eksaknya, si Soy mlh diem. Pokoke dia nulis setelah partai final rampung kt Soy. Orang non intelek yg ngotot n ga tau malu (2-0). Bilang 68% akun FS adalah fiktif n bilang udah cek ke pihak FS. Udah bahasannya ngawur, ga berdasar, trs pas direcek, mlh pihak FS ngaku blm mngenal Soy n ga pernah mnerima e-mail pengaduan Soy (3-0). Terus berkaitan inkompentensi beliau dalam kasus sms santet (masak blg klo yg nerima tuh sms punya sjarah pnyakit jantung smua? Ngawur tenan. Nek ora ngerti jgn keminter lah). Tuh skornya jd 4-0. Mo dbkin malu mpe skor brapa nih? Kok salah mulu. Katanya Pakarr mas. Klo kaya gini trs, ganti aja P jadi Z he2. “Pangeran” Jogja yg Zakarr telematika huehehe. Jgn marah bang Soy. Klo marah cpet tua :p btw sapa jg sih yg dulu klaim dia pakar? Jgn2 diri dia sendiri hi3.

Okeh lanjut ke main topic. Menurut gw, operasi razia gde-gdean yg digelar pemerintah setelah kunjungan Bill Gates ke Indo kmrn masih timpang. Pemerintah jg ga serius nangani pembajakan. Kok software Windows doank? Takut gara2 didatengin bill gates? Takut keilangan tender pngadaan software? Knp ga kompakan aja semua software n film bajakan dirazia? Masih bnyk software yg lebih mahal drpd windows (adobe,corel, macromedia etc) yg harganya mpe puluhan jeti. Klo diterapin kompak n pukul rata bahwa BAJAKAN = GA HALAL, pasti deh qta sbg warga negara yg pintar bkal mikir cara baru utk ttp bersoftware ria. Program FOSS (Free & Open Source Softwares) tuh salah satu solusinya. Ngapain ngabisin anggaran pribadi (bwt single user) ato anggaran negara (tuh dngerin pak/bu pmerintah 🙂 cm bwt beli softwre orinya Microsoft, klo pihak pro Open Source nyediain software yg gratis, ga rakus resources kompie, ga kemaruk dlm ngeruk keuntungan n dikembangkan secara professional berbasis kemajuan manusia dlam berteknologi. Coba deh install Linux Mint, Ubuntu, Mandriva, openSUSE KDE dll. Keren loh 🙂 Desktopnya ada efek 3Dnya. Splash screennya jg berefek ciamik. Cobain deh.

Jreng jreng jreng *music vampire* Here it is! Gerakan yg lagi gencar dilakuin, BadVista. BadVista adalah nama gerakan yang diluncurkan oleh Free Software Foundation (FSF) sejak akhir tahun lalu. Tujuan BadVista adalah melindungi kemerdekaan user dalam berkomputer, menentang pemakaian Microsoft Windows Vista serta mempromosikan perangkat lunak bebas sebagai solusi alternatif.

Gerakan ini mengorganisir para pendukung free software agar aksi-aksi protes mereka terhadap Microsoft – yang dianggap telah mencuri kebebasan di siang bolong itu – dapat berlangsung efektif. Berita – berita baru terus dilancarkan dan ditembakkan – guna mematahkan propaganda pemasaran Windows Vista. Dan yang terakhir adalah menyediakan gerbang akses seluas-luasnya dan informasi yang ramah bagi pemakai baru yang ingin beralih ke perangkat lunak bebas. Gerakan BadVista menganggap sistem operasi baru besutan Microsoft yaitu Windows Vista sebagai langkah mundur bagi kemerdekaan user. Sudah seharusnyalah apabila muncul perangkat lunak baru, perangkat tersebut akan membuat user bisa melakukan hal-hal yang lebih dengan komputernya dibanding sebelumnya. Namun tidak demikian dan justru sebaliknya, Vista mengekang kebebasan itu. Vista menerapkan fitur baru, Digital Rights Management (DRM), yang seharusnya lebih tepat bila disebut “Digital Restriction Management” (Restriction = pembatasan), karena teknologi ini menyebabkan user tak berdaya atas kendali komputernya. Kendali yang sebenarnya dipegang oleh para vendor dan media besar.

Pakar security ternama Bruce Schneir bahkan dengan gamblang mengatakan, “Windows Vista memiliki fitur yang sebenarnya tidak Anda perlukan. Fitur – fitur ini membuat reliabilitas dan keamanan computer menjadi berkurang. Mereka akan membuat komputer Anda tidak stabil dan berjalan lambat. Mereka akan menimbulkan permasalahan teknis. Mereka bahkan mungkin akan meminta Anda untuk mengupgrade perangkat keras dan perangkat lunak yang ada. Dan fitur-fitur tersebut sebenarnya tidak mengerjakan hal yang penting. Sebenarnya, mereka justru tidak memihak pada Anda. Mereka yang dimaksud disini adalah fitur Digital Right Managagement (DRM) yang ditanam dalam Vista, yang kendalinya ada di tangan industri besar hiburan. Dan Anda tentu saja tidak dapat menolaknya.” Oleh BadVista dipaparkan bahwa DRM adalah sumber masalah bagi user namun justru merupakan senjata pamungkas Microsoft dan Media Besar dalam mengendalikan komputer Anda guna:

Memutuskan program-program mana yang dapat dan tidak dapat dipakai

Memutuskan fitur komputer atau software mana yang dapat dipakai. Bahkan dapat memaksa user untuk menginstall program baru meskipun user tidak menginginkannya (ini sama saja melanggar hak dan privasi kita).

Membatasi akses user ke beberapa program dan bahkan membatasi akses user ke data nya sendiri.

Dengan Vista, komputer kitalah yang justru mengawasi apa yang kita lakukan. Pengawasan yang terus-menerus yang dijalankan oleh computer tentu saja memakan resource dan memori, inilah alasan utama kenapa Microsoft meminta kita untuk membeli perangkat keras baru yang lebih bertenaga untuk dapat menjalankan Vista. Mereka ingin kita membeli / mengupgrade perangkat keras baru bukan karena si user membutuhkannya, namun karena si program pengawas yang membutuhkannya.

Membeli Vista asli sekalipun, tidak akan menyebabkan kita memiliki Vista seutuhnya. Windows Vista, sama seperti versi Windows sebelumnya adalah perangkat lunak proprietary. Itu artinya kita bukan memilikinya namun hanyalah menyewanya dengan batasan-batasan pemakaian yang diatur dalam lisensi. Dan buruknya itu semua tanpa disertai kode sumber. Jadi hanya Microsoft saja yang dapat mengubah dan mengetahui pasti apa yang sebenarnya berjalan di komputer kita. Microsoft mengatakan bahwa penerapan lisensi ini adalah yang terbaik, namun TIDAK bagi komunitas Linux dan opensource yang tidak mau dibodohi dan dibohongi. Mari kita dukung kampanye BadVista, tolak Vista, gunakan perangkat lunak bebas (free software). Merdeka!

–sumber: sebagian dr Majalah LINUX—

(lg sibuk download Gundam 00 yg makin seru aje. Lg DL majalah freecirclenya UBUNTU mania. Nyok qta pake Open Source Software rame2. Gw jg masih newbie kok. Lg blajar coi. Ribet bgt nginstall software n driver via ubuntu. Tp gpp. Nantinya jg bisa karena biasa 🙂

Advertisements

4 comments on “Bad Vista Campaign

  1. grrrrraaaghh! knp lg ada error di main text bodynya? grrrr. sumpe lo XP gw kaco berat. masak font calibri 11 kaga kebaca ya? hmm. anyway tetep kunjungin blog gw ya. cucian deh gw nulis sendiri n komen sendiri..sebenernya banyak c yg dtg tp pada contact gw ktanya ga bisa ninggalin komen. what the &^%$!

  2. Hehehe… Ada yang was-was nih andaikata sweeping Windows non-ori jadi dilaksanakan bagi pengguna notebook *lirik kanan-kiri*, kalo saya pengguna dekstop rakitan sih no problemo aja deh. Peace Man!

    Ngomong-ngomong soal DRM nih, Setahu saya DRM itu sudah diterapkan jauh sebelum Vista muncul, awalnya Mikocok mengaplikasikan DRM pada Codec Windows Medianya, mulai dari Windows Media 9 kalo gak salah. Dulu punya pengalaman menjengkelkan konvert CD Audio ke format WMA. Di konvert di komputer A, bisa di playback dengan lancar, eh begitu dicopy ke komputer B dan di playback, eng ing eng… Error! dan ngacu ke link web Mikocok bagian DRM bla-bla-bla.

    Ada yang punya iPod gak? Yang gak punya, kasian deh loooo… nah di iTunes itu kan ada bagian buat beli musik (macam music store lah). Asal tahu aja, musik yang kita beli di musik storenya Apple itu mengandung DRM. Emang masalahnya apa kalo ada DRM? Simpel aja, tuh musik (sebagian besar) gak bisa di puter di tempat lain kecuali iPod dan komputer kamu, jadi kalo mau minta MP3 ato AAC yang saya beli dari iTunes, maaf aja deh, belum tentu bisa diputer ditempat kamu. hihihi…

    Back to Vista.
    Vista emang bego kok, salah satu sistem operasi gagal mikocok, selaim Win ME (ada yang inget???). Kalo dijelasin banyak deh begonya tuh Vista, Mulai dari resource yang rakus sampai masalah emulasi suara untuk EAXnya Creative (buat yang hobi ngegame pake spaker surround, matap banget lho cobain aja).

    Saya pribadi sih lebih prefer XP. No offence ya, Linux memang oke, tapi….
    Kalo nginstal Linux, bisa-bisa Soundcard saya gak kedetek karena gak ada drivernya, sorry Tux tou’re not my choice. Emang enak komputer gak ada musiknya??!!
    Trus kalo muter Video, DivX aja codecnya gak ada secara default (pengalaman kusma nih), apalagi H264, wah nggak banget deh. Pangalaman sih Linux itu multimedianya kurang. Kalo sever sih emang rajanya.
    Satu lagi hal yang gak dimiliki Linux. GAME!!!! (Yeah, enak nih yang baru upgrade VGA hehehe…). Yah walaupun gamenya juga bajakan, setidaknya dengan Windows kita bisa merasakan dahsyatnya efek Direct X 10. Cool…

    So… Linux saya rasa kurang tepat sebagai pengganti Windows, tepatnya sih sebagai pelengkap aja. Maksudnya adalah Instal dua atau lebih OS di notebook anda. Begitu ada razia di bandara, nyalain deh linuxnya buat boongin petugas bandara yang agak-agak dodol…. begitu keluar dari sarang penyamun (razia maksudnya), nyalain lagi deh Windows bajakannya. Beres kan Bul.

  3. wah..seru juga neh..tp gw pikir kurang bijak mengecap suatu software bad or good..apalagi kita makenya bajakan.. bisa make aja tanpa bayar aja musti bersyukur..hehehe..ini sudut pandang programmer loh..kalo emang kita bisa bilang software jelek..buat aja sendiri..wakakaka..

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s