Stallmanisme :)

(dr ki-ka: gw yg lg “ngeliput” ni brita – Om Stallman – pinguin “bengal” pengusung stallmanisme hi3)

Berbicara di Universitas Lehigh minggu kemarin, pendiri Free Software Foundation Richard Stallman mendorong audiennya untuk menjadikan open source tidak hanya prinsip dalam berkomputer, namun juga menjadikannya sebagai gaya hidup. Memakai software komersial proprietary menyebabkan “user terpecah karena kita tidak dapat menggandakannya untuk membantu tetangga kita atau tidak berdaya karena kita tidak bisa melihat isi source codenya”, imbuh Stallman. Richard Stallman sendiri mengaku dirinya tidak memiliki MP3 Player bahkan telpon selular. Kenyataannya, visionaris teknologi sekelas dirinya bahkan tidak menggunakan program – program computer yang hampir kebanyakan orang pakai.

Dalam cara pandang Stallman yang menyebabkan dirinya hanya memakai program free atau bebas copy saja, memandang file MP3 menjadi bermasalah karena player yang benar-benar free belum tersedia. “Saya mendengarkan audio CD”, kata Stallman. Tentang telpon selular yang menggunakan software prorietary dia mengatakan, “Anda seharusnya tidak memakainya, bukan karena softwarenya saja, tapi juga karena telpon selular adalah peralatan yang dapat dilacak, bahkan ketika dimatikan sekalipun”.

Ketika dia memulai Free Software Foundation pada tahun 1985, dan menulis apa yang kemudian disebut manifesto dari Gerakan Free Software, saat itu gerakannya tidak memiliki musuh. Namun kini keadaannya telah berubah, ada banyak pencela dan penentang di luar sana. Bahkan di dalam komunitas GNU/Linux sendiri, ada yang mengkombinasikan proprietary dan free software dalam paketnya, yang membuat kabur garis batas etis yang memisahkan antara program free dan proprietary, tandasnya. Richard Stallman sendiri tidak menyukai hal ini. Baginya hanya sedikit distribusi GNU/Linux yang benar benar berisi free software tanpa proprietary software. Tiga diantaranya yg dia sebutkan adalah distro Ututo, Blag dan gNewSense.

(Sumber: LinuxInsider, disadur oleh: Majalah Linux )

Advertisements

5 comments on “Stallmanisme :)

  1. Gw juga baru liat interview Stallman di youtube. Ada yang menarik tentang nama open source. Stallman agak keberatan kayaknya. Katanya, lebih baik nyebut free software. Free bukan free bear tapi free speech.

    Esensi dia dan lainnya nglakuin semua ini krn ingin memiliki kebebasan. Tapi skr nilai-nilai freedom ini mulai dilupakan. Orang2 memilih linux ato gnu hanya karena hey software ini bagus, source codenya bisa dilihat atau open source, gratis, tidak kalah dengan software proprietary.

    Jadi hanya dilihat dari aspek teknis dan ekonomisnya. Pdhal stallman ingin ngajak orang2 yang gunain free software memiliki prinsip kebebasan di software (software aja dulu, gaya hidup nanti). Nggak lagi dikuras uangnya oleh vendor monopolis hanya supaya program bisa jalan.

    Wah, menarik juga prinsip stallman ini. Tapi gw masih belum mengerti sepenuhnya dengan idenya hiks hiks…(makanya msh pake software proprietary hehe). Perlu banyak belajar dari om stallman dan juga om gembul nih.

  2. Wahaha. wah aji ki iso wae deh. aq cuma ubuntu user. pake 8.04 Hardy Heron. Belum sempet download yang Intrebid Ipex.

    Kerenan mana Ubuntu ama MAC OS mu bro? kayanya masih kerenan MAC OS mu haha. *ngiler pengen punya MACBOOK* 🙂

  3. Kayaknya CD audio yang Richard Stallman maksud, yang patent-nya sudah expired deh (Genuine Audio CD). Jadi sudah free-patent… 🙂

  4. Ok tambahan info nih. THX ji hehe.

    Btw nek sempet mampir ke postingan Ubuntu Matters-ku Bro. Temenku ada post komentar tentang Hackintosh. Hehe. ketoke aq bakal nyobain ngrasain interface MAC OS nih 😀

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s