Aitai, When Can I See You? – Nyoman Bayu Y

Aitai When Can I See You

“I live and work in Japan since August 2002. Starting photography with film camera and totally change to digital format around year 2005. I have traveled around Japan to make photographs, from Hokkaido, Niigata, Gunma, Tochigi, Chiba, Kanagawa, Tokyo, Yamanashi, Nagoya, Kyoto and other places. I’ve climbed Mountain Fuji 5 times to see the beautiful sunrise (known as “Goraiko” in Japanese). AITAI is the first album, published and will be exhibited around major cities in Indonesia. I selected my unique, unparalled photographs and only printed in a very limited edition through out the world.”

“AITAI is a about a journey to seek the beautiful reason behind the existence of the universe, the soul of nature, to find answer of my troubled life.”

“Memotret alam memerlukan disiplin dan kesabaran tersendiri. Menjadi sebuah ironi bahwasannya fotografi alam peminatnya kurang bila dibandingkan dengan jenis fotografi yang lain. Fotografi komersial yang segera mendatangkan uang ramai-ramai diserbu peminatnya. Standarnya begitu beragam, dari pehobi dan usaha sampingan, amatir, semi pro dan profesional bersaing dalam lahan garapan fotografi yang sama. Luasnya ruang berkreasi dalam era digitalisasi membuat orang getol berada di depan komputer lebih lama daripada pemotretannya sendiri.”

“Fotografi alam memiliki kaidah-kaidah yang lazim dan standar. Fotografi alam mencapai tingkat kedewasaan di negeri-negeri maju yang penghargaannya sama dengan jenis fotografi yang lain seperti fotografi lansekap, fashion, model, foto, produk, interior, arsitektur dan lain-lain. Fotografi alam tampil dalam kebersahajaannya melalui teknik-teknik fotograf dengan memanfaatkan keunikan serta momentum yang baik.”

Nyoman Bayu Yudinala lahir di Singaraja, Bali pada 6 April 1968. Tamat dari universitas Gadjah Mada Fakultas Ekonomi pada tahun 1994 dan Teknik Pertambangan UPN Yogyakarta pada tahun 1996. Pernah berkarir sebagai marketing staff di Yogyakarta (1994-1995) lalu bekerja sebagai credit analyst di Sumitomo Mitsui Bank (1996-1999), membuka usaha IT di Bali (1999-2002) dan akhirnya kembali bekerja di Jepang sejak Agustus 2002.

Keahlian fotografi diperoleh secara otodidak sejak 2005, ketika mengenal kamera tipe DSLR dan pernah memperoleh penghargaan dalam sebuah foto kontes di Kanagawa Prefecture, Jepang. Penasaran akan teknik-teknik fotografi dan seni mengelola cahaya melalui kamera mendorong upaya pencarian komposisi dan momentum alam secara natural melalui perjalanan-perjalanan. Gunung Fuji, matahari terbit, puncak gunung, musim semi saat mekarnya bunga-bunga ume (plum) dan sakura, musim gugur, musim salju, Hokkaido di Utara hingga Kyoto di selatan. Penghargaan terhadap alam memicu pengabadian alam dengan teknik foto grafi MATAHATI untuk menangkap emosi cahaya dalam fotograf, melihat obyek melalui sudut pandang kekaguman dan rendah hati sehingga obyek-obyek foto tampil natural, tetapi mengandung tingkat emosional yang tinggi. Karya-karya fotografi disajikan dengan sangat SEDIKIT polesan digital.

“Memotret di alam memerlukann cara melihat (the art of seeing) sesuatu melalui perspektif yang indah. Ada hal-hal yang tidak bisa ditiru oleh pengolah gambar semacam photoshop. Frame dan komposisi yang kuat di lapangan sangat mempengaruhi penampilan fotograf.”

“Banyak terjadi perselisihan pendapat bagaimana pengolah gambar (misalnya Photoshop) mempengaruhi tampilan sebuah fotograf. Pengolah gambar itu tidaklah salah keberadaannya. Dia merupakan software (perangkat lunak) yang canggih yang meniru cara kerja sebuah laboratorium pengolah foto. Dahulu, fotograf-fotograf hasil karya para profesional mengalami “post-processing” dalam kamar gelap (dark room). Teknik-teknik kamar gelap haruslah diketahui oleh seorang pemotret alam, walaupun dikerjakan oleh operator-operator yang memang bertugas seperti itu. Mood-nya diciptakan melalui kontras, warna, dodge-burn selain teknik kamera yang memang sudah terintegrasi dalam foto awalnya.”

“Sekarang perkembangan fotografi digital membawa orang lebih tertarik pada keleluasaan aplikasi kamar gelap melalui komputer. Teknik kamar gelap yang dahulu sulit, sekarang dengan mudah ditiru dengan memainkan mouse komputer dan klik pada tombol keyboard. Tetapi, hendaknya jangan dilupakan bahwa memotret adalah pekerjaan yang membutuhkan konsep, teknik, skill, knowledge dan jam terbang yang holistik-integratif. Khusus untuk pemotretan alam, kita berusaha untuk meniru dan mendapatkan tonal warna yang alamiah. Dalam pemotretan di lapangan, mungkin saja fotografi kita kurang “pop-up” (nendang). Untuk itu kita menggunakan cara-cara “kamar gelap” untuk memberikan aksentuasi kuat pada fotonya. Picture control (Nikon), penggunaan saturasi dan white balance yang tepat bisa memberikan kedalaman “mood” foto-foto kita. Walaupun warna-warni semu/buatan tidak salah penggunaannya dalam seni fotografi, tetapi sebaiknya kita menggunakan tonal-tonal warna yang alamiah. Hijau daun, langit biru, lembayung senja semestinya berada dalam proporsi ruang tonal yang logis.”

MataHati Photography digawangi oleh Nyoman Bayu Yudinala. Buat yang penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang karya-karya beliau maupun teknik fotografi MataHati 🙂 bisa menghubungi Bli Nyoman di nomor telpon pribadi 0878 6048 4899, via email matahatiphotography@yahoo.com ataupun mampir di page MataHati Photography di Facebook nya. 

AITAI, When Will I See You… Again…

Advertisements

6 comments on “Aitai, When Can I See You? – Nyoman Bayu Y

    • Buener bgt ka. Hobi yang mahal. Untuk org2 yg mapan atau yg berkeras hati buat nekunin hehe. Aq terpaksa harus berpuas diri ama kamera pocketku n webcamku huehehehehe.

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s