Pelatihan Penulisan Artikel Sampoerna Untuk Indonesia

Selasa siang yang mendung (yang pada akhirnya juga tak kuasa menurunkan tetesan airnya dari langit) tidak menyurutkan niat saya & bro Brek buat menghadiri seminar pelatihan penulisan dan shortcourse yang disponsori oleh Sampoerna. Pelatihan ini mengundang segenap civitas academica Universitas Gadjah Mada, termasuk para Alumni dan pustakawan-pustakawan seluruh Indonesia. Buktinya, ada peserta yang jauh-jauh datang dari Surabaya, Aceh, Medan dan bahkan Papua! Antusiasme tingkat akut, sodara-sodara!

Pelatihan ini diisi oleh Bapak Lasa Hs (Pustakawan Utama UGM, dosen juga penulis lebih dari 30 judul buku) dan Bapak Adaby Darban (Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya). Lewat makalah “Menulis itu Ekspresi dan Eksistensi Diri” dan “Menulis Kreatif-Sebuah Pengantar”, kedua pemateri diatas mengungkapkan pemahaman & pengalaman mereka masing-masing dalam dunia tulis-menulis. Pembicaraan semakin menghangat ketika beberapa peserta berinteraksi dengan pemateri dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan mengungkapkan keluh kesahnya dalam mendalami dunia penulisan. Beberapa amat menggelitik, misalnya seorang peserta bercerita bahwa ia pernah mendapat kiriman surat kaleng setelah mengirimkan artikel ke seorang redaktur surat kabar harian terkenal di Jawa Timur. Seorang peserta lain mengungkapkan tekadnya untuk terus bisa menembuskan tulisannya ke salah satu harian ibukota, walaupun beberapa kali menerima penolakan. Beberapa peserta lain bertanya tentang cara menghasilkan tulisan yang bermutu, hakekat blog dan prospeknya serta cara menghasilkan tulisan bersifat teknis (jurnal-jurnal keteknikan) yang ngepop dan enak untuk dibaca.

Menarik sekali. Sudah lama saya menantikan event-event semacam ini, sebab lewat acara-acara inilah, para penulis dan pengajar senior tersebut membagikan ilmunya, impresinya dan pengalamannya (yang manis maupun yang kecut (^_^). Semangat untuk menulis (lagi dan lagi) semakin mengerucut dan memantapkan dirinya setelah mendengar pengalaman-pengalaman orang lain yang lebih dulu merasakan suka dukanya jadi penulis. Bagi saya, ini challenge yang harus ditaklukkan. Toh lagipula, saya suka menulis. Jadi klop dan tanpa paksaan lah hal ini saya tekuni (^_^) Kayanya besok nyari info seminar penulisan & jurnalistik lagi deh. Mumpung otak ini belum karatan karena stagnansi kegiatan-kegiatan menjemukan yang memakan umur sel-sel kelabu kepala saya (^_^)

Advertisements

2 comments on “Pelatihan Penulisan Artikel Sampoerna Untuk Indonesia

  1. Menulis itu ternyata susah ya bro. Nyari ide-nya nggak gampang. Setelah ide didapat, tidak berhenti di situ saja. Tapi kemudian harus memperjelas ide-ide yang ada di kepala sehingga bisa dituangkan ke dalam tulisan. Setelah ide-nya jelas, kemudian memikirkan flow tulisannya, sehingga bisa enak dibaca. Belum pemilihan kata-kata yang pas. Wah mumet 😀

    Dulu waktu belajar catur, appreciate banget dengan para grandmaster. Belajar pemrogramman, appreciate dengan para programmer handal. Sekarang giliran belajar menulis, appreciate dengan para penulis he..he..he

  2. Ada quotes bagus bro: “Sebelum tidur, bacalah buku. Sebelum mati, tulislah buku”
    atau kata bijak yang satu ini: “All scientist are the same, until one of them write book”

    Mari menulis (lagi) (^_^)

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s