Dianetics-Evolution of a Science

The optimum computing machine is a subject which many of us have studied. It might be somewhat astonishing, at first, to conceive of such a computer. But the fact is, the machine is in existence. There are billions of them in use today and many, many more billions have been made and used in the past. In fact, you’ve got one. For we are dealing with the greatest supercomputer in universe, The Human Mind.

Wow. Semakin lama dibaca, tulisan-tulisan L. Ron Hubbard semakin mengagumkan. Lewat bait-bait yang diceritakannya, seringkali saya menemukan insight-insight baru dari pengalaman-pengalaman lama yang pernah saya rasakan. Fakta-fakta dan kebenaran-kebenaran kecil, tak lepas dari empati Ron terhadap pembacanya, membuat kita merasakan “Yes, itu dia! Saya juga pernah merasakannya!”, atau “Kok tau pikiran saya sih?!”. Tulisan-tulisan Ron membuat kita merasakan – meminjam istilah bro Aji,the AHA! moments.

Buku Evolution of a Science merupakan terbitan dari Dianetics Publication, dimana dianetics  merupakan suatu substudi dari Scientology, yang mengulas aspek-aspek power dan potensial dari diri kita. Buku ini berusaha mengatakan bahwa secanggih apapun superkomputer yang pernah diciptakan, kita sebagai manusia seharusnya merasa bangga karena dalam diri manusia, terdapat superkomputer yang tak terbayangkan besarnya daya kinerjanya. Daya pikir dan analisisnya berpotensi mengungguli prosesor quad-core tercanggih sekalipun. Daya tampung datanya berpeluang mengalahkan daya storage harddisk yang sizenya puluhan Terrabytes. Mampu menampilkan hasil prosesing dalam wujud output yang luas, seluas daya kreatifitas manusia.

Superkomputer itu adalah pikiran manusia (human mind). Mantap 😀

Advertisements

2 comments on “Dianetics-Evolution of a Science

  1. Ah kebetulan bro. Aku dulu iseng-iseng lihat review di amazon buku-ku yang dulu kubeli waktu sma, judulnya Mengoptimalkan Daya Pikir karangan Jean Marie Stine. Judul bahasa inggrisnya Double Your Brain Power.
    Link di bawah:
    Link reviews

    Ada yang ngoment begini bro, judulnya pseudoscientific claptrap ini kutipannya:
    One example: the author is trying to convince the reader that near-perfect recall is possible to achieve. As a convincing argument, she puts forth the fact that the average desktop computer has near-perfect recall, and scientists have stated that the modern computer is many years away from being able to emulate or compete with the human brain. Therefore, a human should be able to do anything a computer can! This kind of sad logic can be found in every chapter.

    Pas aku baca, ya ada benarnya juga. Ada hal-hal yang lebih sesuai jika dilakukan oleh komputer, ada hal-hal lain yang komputer tidak (belum) bisa lakukan seperti kreativitas. Ah masih bingung aku kalau masalah gini he..he..he :D. Ini sih masalah filosofis dari artificial intelligence. Bisakah kita membuat mesin yang bisa mengemulasikan manusia. Kalau sudah filosofis, gak mudah untuk dijawab 🙂

    Apalagi ada pertanyaan gini di buku AI:
    It is true or not?
    – “Surely computers cannot be intelligent–they can do only what their programmers tell them.”
    – “Surely animals cannot be intelligent–they can do only what their genes tell them.”
    -“Surely animals, humans, and computers cannot be intelligent–they can do only what their constituent atoms are told to do by the laws of physics.”

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s