Hakekat Kematian

Photo Courtesy of: http://vasalissa.blogspot.com/

Ketika hidup terasa amat berat dan kita sebagai manusia merasa  sendirian, merasa putus asa  dan merasa terasing secara fisik dan psikis di dunia yang terus melaju kencang ini, sempat terpikir keinginan untuk mereset semua. Dikenal dengan istilah hard-shutdown dalam dunia komputer, suicide di film-film suspense, atau seppuku di kalangan para shogun terhormat.

Tapi ketika kematian hanya berjarak sangat dekat, bahkan bersebelahan dengan kita, rasanya saya miris, malu dan terharu melihat daya juang untuk tetap hidup yang kuat dari seorang manusia.

Pagi tadi ada kecelakaan dahsyat di depan rumah saya. Waktu itu subuh dan jalanan masih sepi. Pengendara berboncengan menabrak tiga orang manula yang sedang jogging, yang pada akhirnya diketahui untuk terapi rematik mereka. Suara decit ban dan hantaman benda ke aspal membangunkan saya dari tidur. Segera saya keluar pagar untuk melihatnya. Astaga, ya Tuhan, terlihat lima tubuh tergeletak. Tiga diantaranya  berlumuran darah pada bagian wajah dan dalam kondisi sakratul maut. Berkelojotan sesekali dengan nafas terengah-engah dan mulut berbusa. Ya Tuhan.

Di tempat kejadian telah berkumpul beberapa warga yang terbangun, yaitu pak RT, mas tukang kayu depan rumah dan mbak penjaga warung sebelah rumah saya. Saya berlari mendekati korban terdekat yang bisa saya jangkau, seorang kakek-kakek. Saya pegang kepalanya. Saya panggil ibu saya untuk membawakan lap. Ibu saya menyeka wajah kakek berlumur darah itu, berusaha membersihkan lubang hidung si kakek dari darah yg menyumbat saluran pernafasan. Pak RT menolong dua pengendara motor yang sudah sakratul maut dan pendarahan hebat itu. Mas tukang kayu menghubungi masjid untuk mencari orang dan menelpon polisi. Warga lain yang datang belakangan langsung membantu sambil histeris dan menangis. Saya sendiri melihat si kakek tetap mencoba berkomunikasi dengan menggerakkan tangannya dan berbicara. Tapi tak ada suara yang keluar. Cuma busa dan darah segar mengucur dari lubang hidung dan mulut. Ya Tuhan. Tak lama kemudian si kakek koma dan tak sadarkan diri.

Sementara itu, ibu saya dan warga lain menolong 2 pengendara berboncengan motor itu. Kepala keduanya bocor. Darah menutupi wajah dan tangan si pembonceng patah ke belakang. Mbak penjaga warung sampai menangis, melihat pengendara dan pembonceng yang ternyata masih berumur muda. Ibu saya dan warga lain berusaha menghentikan pendarahan hebat mereka di kepala dengan kain dan bebat.

Akhirnya dua pengendara dan kakek yang saya tolong tadi dibawa ambulan ke rumah sakit. Dua orang pejogging tidak separah tiga orang pertama tadi. Keduanya diberi minum dan dimintai keterangan oleh warga untuk kemudian diantar melapor sebagai saksi.

Maghrib tadi, terdengar berita bahwa si pengendara dan pembonceng masih koma dan belum sadarkan diri, sedangkan sang kakek yang akhirnya diketahui berumur 70 tahun itu.. meninggal dunia. Ya Tuhan. Saya lihat sendiri keinginan kakek tadi untuk berkomunikasi dengan saya. Sial! Sial! Mungkin itu pesan terakhir si kakek. Sial! Saya tidak bisa menangkap maksudnya. Argh!

Terus terang saya hampir tidak kuat menahan tangis. Keinginan hidup si kakek dan tekadnya untuk mengalahkan malaikat maut terpancar pada waktu dia menggerak-gerakkan tangannya tadi sewaktu mencoba berkomunikasi dengan saya. Kek, maapkan saya. Maapkan saya. Maap.

Advertisements

7 comments on “Hakekat Kematian

  1. semoga peristiwa itu membawa hikmah buat kita, terutama kamu gem, yg mengalaminya sendiri. mungkin itu pesan dari Tuhan agar km ga menyerah dgn apapun yg telah terjadi. saatnya kamu memperbaiki kesalahan yg mungkin sudah kamu lakukan dimasa lalu. Jika saat ini km ngerasa ga berguna, coba kamu liat lagi potensi dlm diri km yg sebenernya udah ada, tapi belum kamu explore dgn semaksimal mungkin.

    kamu pikir pada awalnya aku ga ngerasa klo aku gagal. aku ini pengkhianat TIP_teknologi industri pertanian gem. ga bisa menerapkan semua ilmu yg aku dapet. sia-sia rasanya belajar ke yogya. tapi seiring waktu berjalan, aku berpikir itulah jalan hidupku, belum tentu kalo aku ga ke ugm, klo aku ga kul di sadhar, aku bisa dapetin kerjaan yg sekarang.
    jadi semua orang udah ada jalannya masing2 gem,
    klo ga bisa bahagia di dunia, mungkin bisa bahagia di akhirat
    klo ga dapat pasangan hidup didunia, mungkin bisa milih pasangan di akhirat
    dan diakhirat itu lebih KEKAL… semoga kebaikan yg sudah ditanamkan didunia, dapat di panen di akhirat nanti.. amin

  2. Amin, Ndah. Semoga si kakek diterima semua amal ibadahnya. Ya ampun, niatnya jogging buat terapi rematik malah meninggal. tinggalnya deket kampungku lagi. besok aq bakal layat kesana.

  3. Wow, dahsyat juga ya. Gak kuat aku klo nglihat yang kayak gitu.

    Btw, tentang hidup. Benar kata @nindaku. Terkadang hidup itu tidak bisa lurus. Ada belokan-belokannya sebelum mencapai tujuan. Itulah seni-nya hidup menurutku.

    Aku sih inginnya waktu ini diputar ulang, lantas kesalahan-kesalahan dulu bisa dihindari dan make some better decisions :). Lalu aku bisa berjalan lurus dan berharap bisa menjadi orang yang lebih baik dari sekarang hi..hi..hi. Tetapi ya tidak mungkin :).

    Baru-baru ini lihat video Steve Jobs. Steve Jobs saat berpidato di Stanford mengatakan kalau dia dulu drop-out dari Reed College meski baru kuliah sekitar 6 bulan (Pernah dipost oleh kamu bro). Padahal biaya masuknya sudah mahal dan menghabiskan tabungan dari orang tua angkatnya.

    Tapi dia tertarik dengan tulisan-tulisan kaligrafi yang dipasang di banyak tempat di kampus tersebut. Reed College ini juga terkenal dengan kaligrafinya yang bagus. Karena itu dia mengambil kelas bebas untuk mempelajari kaligrafi, semisal huruf sans serif dan seterusnya. Banyak teori dan teknik di kaligrafi tersebut yang akhirnya bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang indah.

    Lalu Steve Jobs mengatakan seandainya saja dia meneruskan kuliah dan tidak mempelajari kaligrafi maka Mac mungkin tidak akan mempunyai typesetting font yang indah. Dan karena Windows hanya mengkopi dari Mac, maka PC di seluruh dunia juga mungkin tidak akan mempunyai typesetting yang indah.

    Stay hungry, stay foolish 🙂

  4. iya ji. pengalamannya Ndah & Steve Jobs mirip ya 😀 hal yang dipelajari bukan sbg sasaran utama justru jadi pekerjaan utama, tumpuan & senjata. aq yo sempet ragu, apa investasi buku-buku cetakku yang jumlahnya 200 lebih (aq kumpulin sejak 2008) bisa balik modal.

    psti nanti ada gunanya ya bro 😀 pasti! 😀

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s