MTI, Oracle & Curhatan si Tukang Bikin Peta

Apa hubungannya gambar peta ini:

Dengan selebaran di bawah ini:

Yuk kita kemon. Curcol dulu ah ๐Ÿ˜€ Belum bosen kan ya? ๐Ÿ™‚

Gini ceritanya. Saya lagi penasaran dengan pembuatan basis data (database) dan gudang data (data warehouse). Berdasarkan pengalaman pribadi sih. Wise men says: “Needs is the root of Invention”. Betul sekali. Keinginan saya untuk membuat peta-peta dengan lebih mudah harusnya dijawab dengan penemuan solusi baru.

Sejak lama saya berurusan dengan data pemboran. Data-data pemboran ini biasanya diolah menjadi berbagai peta yang nantinya akan dipresentasikan. Ada beragam software yang sudah saya pakai, tapi yang paling sering saya pakai sih Surfer 8.0. Navigasi mudah. Menu tidak rumit. Mirip autocad, dengan sistem layer-nya yang legendaris.

Masalah yang sering saya hadapi adalah pertambahan data pemboran pada peta yang sama. Untuk jangka waktu tertentu, sebelum dipresentasikan, peta-peta itu harus saya print out. Begitu ada tambahan data di hari berikutnya, peta yang sudah jadi sebelumnya harus saya rombak ulang karena ada data baru yang harus diinput. Dan itu berarti mengubah semua aspek yang sudah ada pada peta sebelumnya.

Okelah klo isinya cuma garis kontur, lintasan, data outcrop (singkapan) dll. Tapi klo isinya data tentatif seperti kontur struktur, isopach, cross-section, masak saya harus trace ulang, nge-digit satu-satu lagi. Kasus terakhir sih saya harus ngedigit ulang poligon pengaruh untuk menghitung sumberdaya bahan tambang.

Ampun. Klo data tambahan datangnya bertubi-tubi tiap hari (kaya sekarang nih), makin lengkaplah penderitaan saya. Saya pengen data yang datang belakangan bisa diolah dengan gampang & akses aplikasi yang berkaitan dilakukan secara otomatis. Klo pake software pengolah peta sekarang ini, masih semi-manual digitizing (menurut saya).

Nah setelah saya baca Database Processing keluaran McGraw-Hill, akhirnya saya tahu bahwa untuk memudahkan pembuatan dan pengaksesan cluster-cluster data yang amat banyak (skala industri), dibutuhkan Database Management System (DBMS) yang akan mengurusi soal: penyimpanan data, metadata dari data-data itu, pengaksesan data, metadata aplikasi untuk pengaksesan data dsb.

Ibaratnya perpustakaan lah. Buku-buku segambreng itu disebut data. Rak-rak penyimpanan data disebut kategori cluster data. Metadata dari buku-buku di perpus adalah katalog pustakanya. Kan enak tuh, klo mo nambah buku baru, tinggal kita register dulu di katalog, trus bawa ke rak sesuai kategori, trus taruh deh di sono. Simpel. Kagak pake cape harusย  bikin rak baru untuk buku baru, apalagi bikin katalog baru pas buku-buku baru berdatangan untuk disimpen.

Aduh sabar mbul, curcol kok esmosi ๐Ÿ˜€ *Teringat pas bikin peta berulang kali kemaren*

Jadi kira-kira begitulah analoginya. Pengen banget bisa buat nguasai skill pembuatan basis data untuk skala industri. Nah hubungannya ada di brosur ini:

Tuh ada tulisan “Sertifikasi ORACLE” nya he2. Biasanya sih ORACLE yang dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak, tambang, services untuk bikin database management system-nya. Jadi kayanya ga rugi (untung malah) bisa nguasain DBMS & software-nya ini ๐Ÿ˜€

Pengen juga daftar MTI. Mungkin tahun-tahun depan baru kesampean. Menarik nih ๐Ÿ˜€

Advertisements

7 comments on “MTI, Oracle & Curhatan si Tukang Bikin Peta

  1. MTI dari Teknik Elektro UGM ya? Aku nggak tahu kalau EL UGM ada s2 yang studi ilmu komputer. Aku dulu langsung daftar s2 ilmu komputer yang ternyata dibawah MIPA tho hehehe. Taunya dari buku komputer yang dibelakangnya menyebut s2 ilmu komputer UGM hi..hi..hi. Nggak tahu entar jadi apa aku ini (Ingin seperti Kalid Azad atau Salman Khan hehehe). Ada yang bilang, lho kok nggak Teknik Elektro S2 nya. Ah, biarin saja :). Setelah aku lihat SKSnya yang di-scan itu, teryata nggak jauh beda sama yang ilmu komputer di mipa.

    Dulu sempat puyeng dengan electrical engineering stuff makanya subjurnya s1 Teknik Komputer. Tapi ternyata setelah di-make sense, aku seneng juga yang namanya rangkaian listrik, sinyal sistem, dsb. Pasti cara belajarku dulu salah. IP oriented sih :). Harusnya nyari penjelasan yang more intuitive. Nyari goresan pencil-nya dulu. Kalau langsung lihat yang versi ink-nya, jadi bingung dan memilih mengakali ujian sehingga bisa dapat nilai bagus tanpa memahami sepenuhnya :).

    Setelah meneruskan kuliah, ternyata ilmuku banyak didapat dari belajar sendiri. Buku dan internet menjadi lumbung pengetahuan. Aku malah banyak belajar dari orang-orang seperti Kalid, Peteris, Salman Khan dari KhanAcademy di youtube, serta dosen-dosen di video kuliah. Sedangkan di kuliah yang nyatanya tidak banyak. Paling sebagai guidance saja, mana-mana saja yang perlu dipelajari. (I am not the kind of guy who just chase the tittle. I believe more in competency than title).

    Halah, kok ikutan curhat nih hahahaha ๐Ÿ˜€

  2. Bro, aku masih bingung dengan spesifikasi yang diinginkan itu. Outcome yang diinginkan seperti apa? Misal nih berimajinasi, kalau ada data baru datang, kita input datanya, lalu peta bisa berubah secara otomatis. Atau bagaimana?

    Aku gak tahu, apakah database cocok untuk kasus ini. Nanti item-item di kolom-kolom database bertipe apa untuk peta seperti ini? Misalkan, kalau database di bank untuk menyimpan data-data nasabah beserta rekeningnya. Jadi, bertipe angka atau string untuk menyimpan data nama, alamat, rekening (ada nomor rekening, debit, kredit, dan saldo). Selanjutnya, transaksi-transaksi di Bank biasanya memanipulasi informasi ini, apakah rekeningnya ditambah, dikurangi, dst.

    Misalkan ditentukan data di kolom database berupa peta. Peta ini juga file, jadi merupakan serangkaian bit. Tapi nanti, bagaimana manipulasi bit-bit itu.

    Sori bro, banyak nanya. Itu tandanya aku kurang paham he..he..he.

    Btw, maksudnya semi-manual digitizing itu apa ya bro? Setuju. Need is the root of invention ๐Ÿ™‚

    • ampun pak de. huahaha. wah aq taunya sih yg berbau2 ilmu kebumian doank loh. itu juga tanggung2 pahamnya. klo bahasan laen, daku nyerah brotha ha3.

      kynya sih dbms itu ngehandle data, metadata, aplikasi & metadata aplikasi. format data tertentu bisa diatur utk dibuka pake apa & bisa dikenali & diimport satu sama lain. belum pernah pake oracle sih, cuma agak takjub, kok perusahaan tambang & minyak nyari geologist & geophysics utk nghandle database nya pake oracle. nah itu yg bikin penasarn bro.

      sepengertianku sih ji (warning: aq katrok loh ha3), database utk ilmu kebumian itu contohnya ESRI. ESRI itu integrasi ama arcview, arcwork, arcmap, ermapper dll. arcview buat bikin data2 tentatif / khusus. misalnya peta sumberdaya tambang, peta jalan tambang, peta aliran air tanah dll. arcwork itu buat masukin data sumur bor, parit uji, titik pengambilan sampel dll. arcmap & ermapper buat ngambil koordinat peta (data x,y & z nya). dnger2 sih skrg terintegrasi ama google map juga.

      misalnya utk pemetaan daerah tambang, dibutuhin data pengukuran lapangan pake teodolit. dapet koordinat (x, y & z nya). trus dibikin peta2 tentatif/khusus. trus data2 bor itu di-tag ke peta tentatif yg udah jadi. masalahnya sih, pas ada data teodolit baru, proses digitizingnya (ngolah data x. y & z nya) harus diulang. misal data teodolit kita semula 150 buah. trus besoknya datang 50 biji lg. alhasil pd pkerjaan kedua kita harus melibatkan 200 data. belum lg klo peta tentatif awal di-tag ama data2 bor, pas bikin peta tentatif kedua, selain ngetag data bor baru, kita harus ngetag ulang data bor lama.

      klo ga salah ESRI itu punya pola dbms juga. data raw (xyz) dihandle arcmap/arcview. data aksesori diurus ama arcwork. data arcview/arcmap bisa diimport & dikenali ama arcwork. klo software lain sih biasanya ga saling recognize satu sama lain bro.

      klo rangkaian bitnya, daku ga paham bro. maklum user doank hu3.. newbie LOL.

      sygnya aq trpaksa pake surfer 8 soalnya opensource. klo esri yg bredar disini bajakan & ga lengkap plus taulah, kualitas ala wahana-istana. ancur. makanya terpaksa ๐Ÿ˜€

  3. Oh, ESRI itu termasuk software GIS ya, sistem informasi Geografis. Pernah denger sih, tapi belum pernah mengambil kuliahnya. Ternyata ilmu itu saling berkaitan ya …

    • bener bgt bro kalo berkaitan. di dunia nyata, teknologi itu udah pervasif & dipake di semua lini. mknya nek berkubang blajar di teknologi itu udah langkah yg tepat banget.

      “Dulu sempat puyeng dengan electrical engineering stuff makanya subjurnya s1 Teknik Komputer. Tapi ternyata setelah di-make sense, aku seneng juga yang namanya rangkaian listrik, sinyal sistem, dsb”

      nah ada yg bilang gini brotha :

      “some computer scientist are interested only in the logical n mathematical properties of algorithms. Others are interested in discovering and studying the solution and using that solution to produce results more efficiently than was previous possible. they want to execute algorithms on REAL computers.

      ga salah lagi brotha. jalanmu udah bener. lanjutkan ha3 ๐Ÿ˜€

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s