The Lady and The Unicorn-Tracy Chevalier

“I was born in 1962 and grew up in Washington, DC. I have a BA in English from Oberlin College, Ohio, and an MA in creative writing from the University of East Anglia, Norwich, England. I have lived in London for over 20 years, and am married, with one son. I was a reference book editor for several years before turning to writing full-time. My second novel, Girl with a Pearl Earring, won the Barnes and Noble Discover Award. It has sold almost 4 million copies worldwide and was made into a film starring Colin Firth and Scarlett Johansson.”

Biografi diatas adalah biografi penulis Tracy Chevalier. Udah beberapa minggu terakhir  ini saya menekuni tulisan-tulisannya yang mempesona di bukunya, The Lady and The Unicorn.  Love is blind among the weavers of a lavish set of medieval tapestries. Begitulah sinopsis buku versi internasionalnya, agak sedikit berbeda dengan sinopsis pada buku cetakan keluaran Gramedia. Tapi satu hal yang sama,  genre novelnya termasuk novel dewasa 🙂


Two families, two cities, one rogue go-between, and a set of gorgeous tapestries, all in a late medieval setting. Ceritanya bermuara pada pembuatan satu perangkat tapestries (permadani) yang pada akhirnya akan menjadi legenda. Dikisahkan seorang seniman Prancis yang bertalenta tinggi tapi sangat flamboyan dan gila wanita, Nicholas des Innocents, dipanggil oleh bangsawan Jean Le Viste untuk  mendesain permadani dinding dalam rangka kenaikan pangkatnya sebagai orang terdekat raja.

Lewat novel ini, kita bisa membaca plot-plot yang bergulir yang ditulis oleh Tracy secara lamat-lamat, pelan namun kemudian menukik, mengagetkan, membuat tersenyum sekaligus juga menggelengkan kepala.

Kita bisa membaca bagaimana cerita bergulir saat desain permadani dinding yang semula adalah scene perang penuh darah, dengan prajurit bersenjata berbaris dan berkuda, menjadi 5 desain permadani bergambar wanita, singa dan unicorn yang melambangkan lima panca indera dan satu desain yang melambangkan harapan, dengan tulisan A Mon Seul Desire (To My One Desire).

Penceritaannya ditulis secara per sudut pandang pelaku-pelaku cerita dalam novel sehingga kedalaman karakter dan ceritanya sangat terasa. Novel ini diangkat dari sejarah, namun berhasil dihidupkan secara gemilang lewat tulisan-tulisan Tracy. Sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh para penikmat buku 🙂

Permadaninya sendiri berhasil dikembalikan ke kondisi awal setelah sebelumnya tercerai-berai, bahkan ada yang dipotong dijadikan taplak meja oleh penduduk setempat. Permadani The Lady and The Unicorn bisa dilihat secara jelas dan lengkap disini.

Oia kalo boleh cerita (ya bolehlah, ini blognya sapa juga coba? :D), pertemuan saya dengan buku-buku Tracy Chevalier bisa dibilang unik. Pada waktu saya nonton anime.. jreng jreng jreng *wait for it…* : Gundam Unicorn, dari situlah jargon “To My One Desire” pertama kali saya dengar.  And believe me, di anime itu juga pertama kali saya melihat keindahan permadani The Lady and The Unicorn. Cantik sekali..

Btw, nonton animenya juga yah. Seru banget loh! 😀

Advertisements

2 comments on “The Lady and The Unicorn-Tracy Chevalier

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s