Love Story-Erich Segal

Ya ya ya, saya tau anda-anda semua pasti lagi mikir saya abis kesambit apaan jadi bacaan minggu ini agak “sedikit berbeda” dari bacaan-bacaan saya sebelumnya yang melulu berbau techie & geeky.

I’m a human too, you know. A young, adolescent human who keep trying to find his truly beloved one. Aduh, pemilik blog Geek Without Glasses berbicara soal cinta. Gawat. Demi kemaslahatan bangsa dan negara, sebaiknya tulisan ini di-skip ajah, klo anda ngga mau tersesat bersamanya  😀

Setelah  dulu saya sempat melahap habis buku Erich Segal yang berjudul The Class, kali ini buku yang akan saya bahas adalah Love Story. Love story berkisah tentang perjalanan hidup dua anak manusia  Oliver Barret IV dan Jenny Cavilleri. Oliver kuliah di Harvard, sementara Jenny kuliah di Radcliffe. Oliver kaya sementara Jenny miskin. Oliver  seorang atlet sementara Jenny bermain musik. Keduanya amat berbeda namun saling jatuh cinta.

Bagaimanakah awalnya mereka bertemu? Sama sekali ngga romantis. Setting tempatnya pun di perpustakaan. *Jadi inget, saya juga sering banget ke perpustakaan loh. Hehe :D*

“Aku butuh buku itu. Mahasiswa Harvard berhak menggunakan perpustakaan Radcliffe,” kata Oliver yang langsung disanggah Jenny dengan seruan ” Aku tidak berbicara soal boleh atau tidak. Aku berbicara soal pantas atau tidak. Kalian punya lima juta buku. Kami cuma punya beberapa ribu.”

“Ya ampun,” pikir Oliver. “Tipe superior! Tipe cewek yang percaya bahwa berhubung perbandingan antara mahasiswa Harvard dan mahasiswi Radcliffe adalah lima banding satu, maka para mahasiswi pasti lima kali jauh lebih cerdas. Biasanya orang seperti ini akan langsung kucincang, tapi waktu itu aku benar-benar membutuhkan buku brengsek itu.”

“Begini gadis, aku benar-benar butuh buku BRENGSEK itu.”

“Tampangmu bodoh dan kaya,” sambung Jenny sambil mencopot kacamatanya. Matanya berwarna coklat. Mata yang indah.

“Apa yang membuatmu begitu pintar, gadis?”
“Aku takkan mau ditraktir minum kopi oleh pria sepertimu.”
“Aku juga takkan mau mengajak gadis sepertimu.”
“Itulah,” balas Jenny, “tandanya kau bodoh.”

Kemudian mereka minum kopi bersama dan fragmen-fragmen perjalanan kisah mereka akan mulai bergulir dari peristiwa ini. Bergulir hingga akhirnya Jenny mencapai umur 25 tahun dan kematian datang menjemputnya.

*Direkomendasikan untuk dibaca. Terharu tanggung sendiri (^_^;)*

Advertisements

3 comments on “Love Story-Erich Segal

    • wuah brarti buku ini udah direkomendasiin lintas generasi donk bu (^_^;)

      bagus loh. tapi agak susah sih pas dulu nyarinya. saya dapet cetakan jadul, kertasnya masih kertas buram gitu. yah disesuaiin mood gituh..

      *keren loh bu critanya*

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s