Mengubah Fokus untuk Hasil Yang Lebih Baik

Craig Harper, seorang scientist, pengajar di suatu universitas dan juga seorang motivational speaker pernah menjalankan suatu aktivitas pendek yang unik dalam workshop-nya, yang mengajarkan kepada kita bagaimana dan kapan sebaiknya kita memfokuskan perhatian dan energi yang kita punya.

“Saya menginstruksikan audien saya untuk fokus selama 60 detik ke depan untuk mencatat segala macam benda di ruangan ini yang berwarna merah. Pencatatan ini dilakukan tanpa penggunaan alat bantu apapun. Kertas, notes dan buku dilarang untuk dipakai. Pada saat melakukannya, tidak seorang pun boleh berbicara satu-sama lain. Tidak seorang pun boleh menulis atau mencatat. Kegiatan ini murni untuk melatih fokus pikiran mereka.”

“Kemudian setelah 60 detik tersebut, saya menginstruksikan audien – dengan mata tertutup – untuk menjawab pertanyaan saya. Saya pun menanyakan berbagai macam pertanyaan yang tidak relevan dengan aktivitas selama 60 detik pertama tadi selama beberapa waktu.”

“Setelah itu, saya berbicara kepada audien apakah mereka sudah siap menceritakan hasil “pencatatan” di pikiran mereka pada kegiatan pertama tadi. Mereka bilang siap. Saya memposisikan diri saya di depan whiteboard dengan sebuah marker di tangan.”

Saya pun bertanya, “Oke, sekarang beritahu saya benda-benda apa saja yang berwarna… COKLAT.. di ruangan ini?”

Tentu saja hadirin protes. Aroma frustasi dan kebingungan menyebar di seluruh ruangan.

“Tapi, tadi anda bilang kami harus mencatat hanya yang berwarna merah?’

“Iya, saya tahu. Instruksi saya tadi memang begitu. Hanya saja saya sekarang mau tahu benda-benda yang berwarna coklat.”

“Itu tidak adil!”

“Begitulah hidup.”

Saya menenangkan audien dan sekali lagi menginstruksikan kepada mereka – masih dengan mata tertutup – untuk tetap mencari benda-benda berwarna coklat dengan hanya berbekal ingatan di benak mereka pada kegiatan pertama terdahulu. Hasilnya, hampir seperempat benda berwarna coklat di ruangan itu berhasil mereka sebutkan. Bagaimana ketika saya menanyakan daftar benda-benda yang berwarna merah? Hampir keseluruhan benda berwarna merah di ruangan itu berhasil mereka sebutkan dengan baik.

Ketika kita memiliki fokus yang sempit saja (yang mana sangat sering kita alami), kita tidak akan melihat aspek keseluruhan dari sesuatu. Potensial. Berkah. Kegembiraan. Kesenangan. Kebaikan. Peluang. Ketika kita mencari dengan LEBIH BERUSAHA, kita akan menemukannya. Ketika kita mengharapkan penolakan, maka itulah yang akan kita dapatkan. Jika kita secara konstan selalu mencari masalah, kita tidak akan pernah menemukan solusi.

Have a nice morning! Happy weekend for all of you! Semoga tulisan ini memberikan inspirasi untuk kita semua. (^_^)

Advertisements

2 comments on “Mengubah Fokus untuk Hasil Yang Lebih Baik

  1. Thanks bro for sharing your insight. I want to be your friend ha3. 🙂

    Aku dulu juga pernah mikir tentang fokus. Berhubung kamu dulu pernah nyebutin The Law of Attraction, yang aku nggak tahu, aku kaitkan dengan fokus ini.

    Bila aku fokus tentang sesuatu seakan-akan dunia ini (atau apa yang tepat?) berkonspirasi membantu he3. 🙂

    (Btw, aku gak tahu tepatnya law of attraction itu apa lho? :))

    • Ok sama-sama bro. Dapetnya juga lewat korespondensi via email ke grup diskusi di blognya Craig Harper. Nambah insight baru.
      Tadi ada diskusi seru lagi. Mungkin besok hasil diskusinya aq post 😀 Heran juga, diskusi korespondensi sama serunya kaya grup diskusi bneran.

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s