We Are Smarter Than Me

Dunia Web 2.0 ala orang-orang Indonesia memang khas. Jargon-jargon aneh dan khas menghiasi forum-forum komunitas yang bertebaran sekarang ini. Pastinya familiar ama kalimat-kalimat berikut yang sering kita baca (atau malah kita tulis? :D) di forum-forum:

Ampun GAN (baca: juragan), Ane masih nyubi (baca: newbie). Tolong dibantu ya. Plis dunks aplod (baca: upload). Ane butuh banget buat apgret (baca: upgrade) kompie. Cendolnya nyusul deh. Lanjut gan! Nih dah ane sundul (baca: nge-baca/nge-vote/nge-thanks postingan tersebut)

Nadanya melas banget ya :D. Eits, tapi tunggu sampe anda baca yang ini. Live dari liputan seorang Half Elf Archer:

KK (baca: kakak)ย  TakagiFujimaru (baca: nickname karakter saya di Game Online ROHAN), nyumbang crown (mata uang di game online) dunk. Dedek mo beli potion. Abis teler dipukul momon (baca: monster). Plis KK.. KK BAEK DEH.. KK plis (melas melas pakai karakter game cewek, padahal saya yakin 100% itu pemain gamenya punya “3 kaki”ย  :D)

Ga di dunia nyata, ga di dunia maya, di Indonesia itu pengemis ada dimana-mana. ๐Ÿ˜€

Agak sedikit berbeda dengan suasana forum luar negeri yang rata-rata serius dan fokus. Eits, saya ngga bilang kalo forum dalam negeri ngga serius loh. Cuman memang berbeda gayanya aja. Forum dalam negeri ato luar negeri sama sama menyenangkan buat diikuti, selama ngga ada flamer yang bikin ulah. *Jitak para flamer!*

Percaya ngga kalo pengetahuan, aspirasi, komentar dan buah tulisan yang di-share secara kolektif oleh para internet user (baca: saya dan anda, pembaca sekalian) akan membuat pribadi kita menjadi lebih pintar dibandingkan bila kita menghabiskan waktu untuk mencari berbagai pengetahuan itu seorang diri? ๐Ÿ™‚

We Are Smarter Than Me adalah proyek pilot kolaboratif-menulis menggunakan perangkat lunak wiki, yang tujuan awalnya adalah memproduksi sebuah buku tentang proses pengambilan keputusan yang menggunakan sejumlah besar orang. Buku pertama diterbitkan sebagai buku cetak, akhir tahun 2007, oleh konglomerat penerbitan Pendidikan Pearson.

Media wiki telah menjadi sumber inspirasi dan perdebatan. Tidak sedikit (BANYAK SEKALI) orang-orang yang merasa terbantu dan bertambah pengetahuannya setelah dibuatnya “perpustakaan digital online” yang diisi dan dibaca oleh komunitas. Namun banyak praktisi yang ragu dengan kredibilitas tulisan-tulisan di media wiki yang anonim tersebut.

Senada dengan We Are Smarter Than Me, Wisdom of The Crowd, adalah sebuah buku yang ditulis oleh James Surowiecki tentang agregasi informasi dalam kelompok, sehingga keputusan hasil pemikiran bersama-samaย  orang-orang dalam kelompok tersebut sering kali lebih baik dari pada keputusan yang dibuat oleh salah satu anggota kelompok saja . Buku ini menyajikan berbagai studi kasus dan anekdot untuk mengilustrasikan argumen, dan menyentuh pada beberapa bidang, terutama ekonomi dan psikologi.

Lepas dari segala dukungan dan sikap skeptis, menurut saya pribadi, budaya baca-tulis-sharing adalah budaya bangsa yang maju. Dengan membaca kita belajar untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Dengan menulis kita belajar untuk menuangkan hasil penyerapan informasi tadi sedetil-detilnya. Dengan posting dan sharing, kita akan belajar membentuk karakter yang gentle. Kita akan belajar berargumen dan mempertahankan pendapat.

Jika ternyata memang argumen kita patah, kita akan belajar untuk… menyerap ilmu lagi. Membaca ulang. Bertanya. Berdiskusi. So, jangan pernah takut untuk menulis dan berargumen lagi di web, blog maupun forum-forum.

Selamat menikmati borderless world ala Web 2.0. Mantep. Lanjut, gan! ๐Ÿ˜€

Oia numpang pamer, ini loh karakter TakagiFujimaru saya. Half Elf. Archer. Tukang tembak monster (jago banget ) & tukang tembak cewek (wah kalo ini dia-nya masih sering luput he3). Pokokna, keren & ganteng kaya pemain aslinya ๐Ÿ˜€

Advertisements

8 comments on “We Are Smarter Than Me

  1. Bravo. ๐Ÿ™‚

    Postingan ini mengatakan apa yang aku rasakan juga. Dulu, aku juga takut-takut bro kalau isinya salah. Nanti dikira menyesatkan lagi.

    Tetapi, menulis ini kan untuk belajar juga. Lagipula, tulisannya juga bukan “the last truth”.

  2. @Rijal
    nuwun mas. tulisan-tulisannya mas Rijal juga keren-keren. bangga juga punya linux enthusiast sub loco JOGJA kaya mas.

    aq sering save loh “jurus-jurus”nya mas Rijal di blog. ๐Ÿ™‚ biar ikutan tambah “sakti”. ๐Ÿ˜€

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s