MIMPI BURUK, KEKUATAN PIKIRAN DAN SELF-HEALING

Saya yakin semua orang pernah bermimpi buruk. Meskipun tertidur, badan kita merespon semua kejadian mimpi seolah-olah kejadian tersebut adalah kejadian nyata. Fisiologi yang dipengaruhi antara lain pernafasan, tekanan darah, detak jantung, produksi hormon, respon keringat, kegelisahan dan sebagainya. Kok bisa kaya gini?

Badan kita tidak bisa membedakan antara kondisi saat kita bermimpi (dream-state / self-created reality yang kita ciptakan) dan dunia nyata saat kita benar-benar tersadar (awake-state), sehingga saat berada dalam dream-state maupun awake-state, badan kita merespon dengan apa adanya. Mimpi atau ngga mimpi, respon badan kita jujur apa adanya (ini bukan syair lagu Radja, cateeet :D). Saya pernah mengalaminya.

Bermimpi dikejar Mak Lampir gara-gara keseringan nonton MGM (bukan, bukan Metro Goldwyn Meyer, tapi Misteri Gunung Merapi :D). Pas di mimpi itu, jagoan MGM favorit saya, Pendekar Sembara, ngga muncul-muncul nolongin saya. Terpaksa saya kabur daripada dijadiin suami ama Mak Lampir yang lagi birahi tinggi 😀

Apa yang terjadi setelah saya terbangun? Nafas terengah-engah. Keringat bercucuran. Detak jantung diatas normal. Pendek kata, semua hal yang bisa dikategorikan sebagai respon badan terhadap stres.

Dari segi sains pun telah diadakan penelitian yang membahas hal ini secara mendalam. Cabang ilmu tersebut biasa disebut Psycho Neuro Immunology, yakni studi tentang bagaimana pikiran kita (baik pikiran positif atau negatif) akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh (immune system) kita. Hal ini bukan hipotesis atau teori belaka. PIKIRAN KITA bisa memperbesar ataupun memperkecil kemungkinan kita untuk menjadi sakit, juga bisa memperbesar ataupun memperkecil daya penyembuhan kita terhadap KONDISI-KONDISI yang MELEMAHKAN BADAN.

Apa iya? Yang bener aja.

Beberapa eksperimen pernah dilakukan terhadap orang-orang yang memiliki ketergantungan terhadap obat tertentu. Jika tidak mengkonsumsi obat-obat spesifik ini, orang-orang tersebut merasa tidak dalam kondisi fit (biasanya mereka punya gejala kronik terhadap penyakit tertentu dan membutuhkan obat-obatan tertentu). Apa yang dilakukan kepada mereka?

Mereka diberi tablet-tablet obat yang tidak berisi apapun (disebut placebo). Mereka percaya bahwa tablet-tablet yang mereka minum itu adalah tablet-tablet yang biasa mereka minum. Setelah pemberian placebo, diadakan medical check rutin. Hasilnya mengagumkan. Kondisi mereka mengalami perbaikan seperti layaknya setelah minum obat yang “asli”.

Dalam kondisi bawah sadar, pikiran kita memberi tahu kepada badan kita tentang apa yang harus dilakukannya. Bagaimana agar badan beradaptasi terhadap kondisi pikiran. Bahkan saat kita tidak bergerak aktif (saat terlelap di kasur ataupun terduduk di kursi), pikiran kita berusaha mengkalibrasi fisiologi badan kita.

Saat kita merasa dalam kondisi bahaya, dalam kondisi sadar maupun bawah sadar, badan akan meresponnya. Tekanan darah meninggi. Detak jantung meninggi. Pernafasan yang cepat. Hormon stress aktif, dan kekebalan tubuh kita juga dipengaruhinya.

Lain halnya saat pikiran kita berada dalam kondisi relaksasi. Tekanan darah dan detak jantung merendah. Pernafasan berjalan perlahan-lahan dan natural. Bahkan hormon kebahagiaan – endorphins – juga bisa muncul dan bekerja. Kekebalan tubuh kita pun akan bekerja lebih baik.

Inti postingan kali ini?

Dengan memfokuskan pikiran kita ke kondisi-kondisi yang bebas stres, bebas tekanan dan rileks, fisiologi tubuh kita pun akan bekerja lebih baik. Dengan kondisi fisiologi tubuh yang membaik, kondisi pikiran pun akan membaik. Tubuh dan Pikiran adalah satu kesatuan adanya. Craig Harper dalam artikel tulisannya menyebut ini sebagai The Mind-Body Phenomenon.

Aha! Ternyata kita bisa menyembuhkan diri sendiri (self-healing / self-help) , MEMANIPULASI FISIOLOGI kita agar bekerja dalam kondisi bebas stres dan menciptakan PERUBAHAN pada level sel (cellular level) tubuh kita dengan kekuatan pikiran.

This article specially dedicated to You. Yes, You. Cheers OK? (Remember how often you used this word? Even it is written in your email address 😀 Cheers!)

Advertisements

3 comments on “MIMPI BURUK, KEKUATAN PIKIRAN DAN SELF-HEALING

  1. Ah, thanks bro. 🙂

    Yang penting pikiran relaks ya bro. All is well. All is well. All is well (kalimat ampuh di film 3 Idiots. Sudah nonton bro, filmnya keren.)

    Postingan ini menambah alasan kenapa kita harus bersikap relaks dan tenang. Jadi gak perlu ragu lagi. 🙂

  2. @Nona Cheers,
    Entah artikel ini udah sempet dibaca ato ngga, tapi sedikit banyak semoga berguna. Maap ya cuma bisa support km lewat tulisan. But it’s a special dedicated article.

    You know what? I’m glad to hear…errr.. to read your short message again 😀 It’s been a while… Long time no see.

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s