Menjadi Pemula (Kembali)

“Saya berusaha meminta maaf kepada seluruh orang yang saya kenal karena memutar sekrup dengan begitu buruk. Saya merasa gagal di depan khalayak dan bahkan saya berpikir untuk pergi jauh dari sana. Tapi pelan-pelan sesuatu mulai menyingsing dalam diri saya – ternyata saya masih mencintai apa yang saya lakukan. Saya sudah ditolak namun anehnya masih tetap jatuh cinta. Maka saya memutuskan untuk memulai kembali.”

“Seperti memasuki dunia baru. Saya seperti menjadi pemula lagi, menjadi rookie, yang kurang yakin akan segala sesuatu. Hal ini membebaskan saya dan memberi saya jalan untuk memasuki periode paling kreatif dari hidup saya.”

Bacaan semalam ini masih berkeliaran dalam benak saya. Tulisan diatas adalah salah satu cuplikan pidato Steve Jobs saat memberikan ceramah di Stanford University.

Menjadi pemula kembali. Rookie. Amatir. Sangat mirip dengan situasi yang saya alami. Demikianlah pendekatan baru saya terhadap ilmu kebumian, yang jadi major saya sewaktu kuliah dan saya pilih untuk menjadi jalan hidup saya di dunia kerja. Saya mencoba menempatkan diri kembali sebagai anak kecil yang berdecak kagum melihat aneka permata berwarna-warni. Sebagai seorang anak sekolah menengah pertama yang kagum (ampe ngiler-ngiler) saat melihat berbagai macam peta dunia dan teknik-teknik kartografer dalam memetakan suatu daerah. Seorang pemuda yang sangat addicted dengan novel dan travel diaries tentang hal-hal yang berbau petualangan, penjelajahan, kapal uap, pesawat terbang dan kisah bajak laut. Mengarungi seluruh pelosok bumi untuk tau apa yang ada disana dan memetakannya lewat jendela bernama buku.

Terkadang tujuan yang kita rancang dari umur muda bengkok di tengah jalan oleh beberapa sebab. Putus semangat. Kehilangan kontrol. Rendahnya motivasi dan sebagainya. Tapi ingat, anda tidak bisa membohongi diri sendiri. Akan ada kilatan-kilatan dalam benak anda yang memberitahu apa impian anda sebenarnya. Don’t fight it. Instead, follow your heart.

Obsesi masa muda  sangat segar dan orisinal. Naif. Idealis. Penuh mimpi dan gairah. Apakah dengan bertambahnya umur, gairah itu akan padam dimakan jaman? Tidak. Menjadi pemula kembali adalah salah satu jalan memelihara kesegaran tersebut. Kita menjadi antusias kepada semua hal, seperti otak anak kecil yang menyerap hal-hal baru bagaikan spons. Semua hal di dunia tampak seperti “mainan baru”.

Alangkah kelirunya saya yang dulu sempat ingin meninggalkan dunia ilmu kebumian ini. Setelah beberapa waktu merenungkannya, ternyata senada dengan apa yang dirasakan Steve Jobs dulu, SAYA MASIH MENCINTAI APA YANG SAYA LAKUKAN. SAYA SUDAH DITOLAK DENGAN BERBAGAI KEGAGALAN DI DALAMNYA, NAMUN MASIH TETAP JATUH CINTA. Seperti Steve Jobs juga, sayapun memutuskan untuk memulai menekuninya kembali.

Ehm ehm, ditolak tapi masih jatuh cinta? Curhat lg ente, Mbul? Ha3. Aduh klo persoalan yang melibatkan hati itu sepenuhnya misteri dunia, brur. Saya masih ga tau juga jawabannya.

“Kegagalan adalah pahit yang kita rasakan sehabis minum obat. Tidak enak rasanya, namun para pasien yang sakit memerlukannya. Kadang kehidupan menghantam kepala kita dengan bata, namun jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya hal yang membuat saya bertahan adalah saya mencintai apa yang saya kerjakan. Apa yang terjadi pada pekerjaan sama halnya dengan apa yang terjadi pada orang yang kita cintai. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar kehidupan kita, dan satu-satunya cara untuk benar-benar memuaskannya adalah mengerjakan apa yang kita yakini sebagai pekerjaan besar, dan satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang kita kerjakan.”

Thanks, dear Steve. As always, you never cease to impress peoples with your outstanding speech (^_^). Cheerio!

Photo Courtesy: LSU Geology & Geophysics Magazine

Advertisements

3 comments on “Menjadi Pemula (Kembali)

  1. Pingback: 9 Summers 10 Autumns: Aku tidak bisa memilih masa kecilku « GEEK WITHOUT GLASSES – WIRED TO THE NET

  2. Hmm menarik, dengan membaca kembali post ini aku dapat menarik benang merah ini. Kesamaan antara Steve Jobs, Richard Feynman, dan … (belum kepikiran tokoh yang lain).

    Steve Jobs memiliki insight (bisa dikatakan keyakinan pribadi) untuk menjadi pemula kembali. Rookie.

    Prinsipnya simpel. Butuh keberanian.

    Dan yang terpenting, dengan memiliki attitude ini, serasa membebaskan dirinya dan memberikan periode kreatif. Yap, membebaskan dia dan kreatif. Ini salah satu hal yang aku garis bawahi.

    Sedangkan Richard Feynman, akibat kesuksesannya bergabung di Los Alamos Project, dia burn out. Orang-orang berekspektasi terlalu tinggi pada dirinya. Orang-orang pikir dia sangat brilian. Tapi dia bilang dia tidak sebegitunya. Dia bilang dia belum mencapai apapun dan mungkin tidak akan mencapai apapun (he3. Begitulan Feynman, orang yang eksentrik). Dia sedang tidak punya ide. Karena tekanan itu, dia merasa fisika tidak lagi menyenangkan.

    Walhasil dia akhirnya memiliki teori baru (keyakinan pribadi): I don’t have to be good because they think I’m going to be good.

    Prinsipnya simpel. Mungkin banyak orang yang memandang rendah. Tapi itulah keyakinan pribadinya. Dan yang terpenting, dengan keyakinannya ini, dia bisa relax lagi. Nobel prize yang dia dapat setelahnya, buah dari dia bermain-main dengan fisika. Lagi-lagi keyakinan pribadi seseorang bisa membebaskan dan memberikan periode kreatif.

    Prinsip-prinsip ini mungkin tidak sempurna. Biasanya dari artikel-artikel tentang hidup yang aku baca, teorinya sempurna. Kita harus ini, kita harus itu.

    Tetapi kalau keyakinan pribadi itu, meski tidak sempurna, berguna bagi orang tersebut, kenapa tidak.

    makasih bro, mengingatkan kembali prinsipnya Steve Jobs. 🙂

    • Okeh my bro. Sepakat.

      Fyi, intermezzo
      , postingan ini aq tulis di sela-sela persiapan proses defense tugas akhir dulu.
      Semua peristiwa 7 tahun terakhir tumpah ruah pas nulis postingan ini.

      Memorable banget lah pokok e.

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s