Konstelasi dan Penamaan Bintang-Bintang

Salah satu objek pengamatan kita dalam “Penjelajahan Galaksi”  adalah konstelasi. Apakah konstelasi itu? Konstelasi adalah kumpulan bintang-bintang yang terbagi ke dalam kelompok-kelompok tertentu, yang tampak saling berdekatan secara VISUAL (dari mata pengamat, dalam hal ini adalah kita yang berdiri di bumi).

Pengelompokan bintang-bintang dilakukan secara arbitrary, dimana kebudayaan yang berbeda-beda memiliki konstelasi yang juga berbeda. Dalam beberapa kebudayaan, konstelasi yang bermacam-macam itu seringkali diasosiasikan dengan mitologi-mitologi lokal yang berkembang. Sebagai contoh, konstelasi Beruang Besar (Ursa Major), yang seringkali disebut juga sebagai konstelasi Sendok Besar, Gagang Wajan atau bahkan konstelasi Cangkul. Aduh, menurut saya pribadi nama Beruang Besar jauh lebih keren untuk disebut 😀

Stellarium memiliki kemampuan untuk menggambar diagram konstelasi bintang-bintang dan asosiasi artistiknya. Beberapa versi diagram dan asosiasi artistik yang bisa ditampilkan oleh Stellarium antara lain: Western, Polynesian, Egyptian, Chinese dan masih banyak lagi.

Di luar nilai historis dan mitologisnya, konstelasi memiliki peran penting dalam  memberi cara bagi kita para “pemburu objek angkasa” untuk membagi angkasa, “wilayah jajahan” kita menjadi beberapa segmen yang bisa dipetakan! Dengan memetakan, kita akan tahu posisi tiap-tiap benda langit, konfigurasi letak dan jaraknya satu sama lain. Lewat cara inilah kita bisa mengetahui posisi relatif konstelasi, waktu kemunculan konstelasi-konstelasi tertentu dan aspek “rekreasi” dari pengamatan tersebut, dimana kita bisa melihat objek-objek angkasa yang menarik, misalnya, melihat Sirius, bintang utama konstelasi Anjing Besar (Canis Major) yang dinobatkan sebagai bintang paling terang (jika matahari tidak ikut  dipertimbangkan) yang bisa diamati dari bumi 😀

PENAMAAN BINTANG-BINTANG

Bintang-bintang bisa memiliki banyak nama. Bagaimana cara penamaannya? Ada tiga sistem penamaan bintang secara formal yang dikenal oleh para ahli astronomi, yakni:

1. Penamaan Bayer (Bayer Designation)

Ahli astronomi Jerman Johan Bayer menemukan sistem penamaan ini pada abad ke 16-17. Penamaan Bayer ini menggunakan sistem huruf Yunani (Greek), dengan notasi α (alpha) sebagai bintang paling terang dalam konstelasi, diikuti dengan notasi β sebagai bintang terang kedua dalam konstelasi, notasi γ sebagai bintang terang ketiga dan seterusnya.

2. Penamaan Flamsteed (Flamsteed Designation)

Ahli Astronomi Inggris John Flamsteed mengkarakteristikkan bintang-bintang berdasarkan nilai Right Ascension/Declination (RA/Dec). Koordinat berdasarkan sistem RA/Dec ini menggunakan dua sudut untuk mendefinisikan posisi benda langit yang diamati. Sudutnya diukur dari titik ikat standard dalam celestial sphere. Analoginya, Nilai Right Ascension dan Declination pada peta angkasa sama dengan nilai lintang dan bujur pada peta terestris. *Ah, klo udah dianalogikan, jadi ngga begitu membingungkan lagi kan ya? :D*

3. Penamaan Katalog Hipparcos (High Precision Parallax Collecting Satellite Catalogue Designation)

Hipparcos adalah sebuah misi astronomi yang diluncurkan oleh European Space Agency (ESA) yang bertujuan untuk mengidentifikasi objek-objek angkasa, mengukur paralaks bintang dan pergerakannya. Proyek ini dinamakan Hipparcos untuk memberikan penghormatan kepada ahli astronomi Yunani, Hipparchus.

Proyek ini diawali dengan peluncuran satelit penelitian pada tanggal 8 Agustus 1989. Misi utamanya adalah untuk mengirim satelit agar berada pada orbit stationer bumi, dan lewat satelit pengamatan itulah data-data bintang dikumpulkan. Apa hasil dari misi astronomi ini? Sebuah Millenium Star Atlas, yang berhasil memetakan 1 juta bintang berdasarkan tingkat gelap-terangnya (magnitudo) dan sepuluh ribu objek non-bintang. Bintang-bintang dan objek-objek angkasa itu berhasil dikatalogkan, saudara-saudara! 😀

Secara komposit, Stellarium menggunakan ketiga macam penamaan bintang diatas. Bisa kita lihat pada gambar di bawah ini, dimana sebagai contoh, kita menggunakan bintang Aldebaran (konstelasi Taurus). Pada bagian atas, bisa kita baca informasi nama umum, informasi penamaan Bayer, informasi koordinat RA/Dec (penamaan Flamsteed) dan nomor bintang berdasar katalog Hipparcos.

Perburuan bintang-bintang ini semakin mirip dengan pedekate terhadap lawan jenis, semakin menarik (dan juga semakin menantang) dari hari ke hari. Burn your cosmo energy, dearest readers sekalian (Saint Seiya banget dah). See you in the next articles!

Advertisements

4 comments on “Konstelasi dan Penamaan Bintang-Bintang

    • sama pit. ngeliat bintang di malam hari (kadang dipandu ama stellarium yg diinstal di netbook)
      bisa nenangin hati & bikin rileks. sayang jakarta & jogja langitnya penuh polutan.

      pipit udah nanam “investasi” buat beli teleskop? he3. buat para starseeeker / hobbyist disarankan bgt buat punya loh.
      aq juga pengen bgt. klo ada sisa tabungan, rasanya pengen jg beli teropong portabel buat liat2 bintang 🙂

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s