Sebuah Tanya – Soe Hok Gie

Akhirnya semua akan tiba, pada suatu hari yang biasa, pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui. Apakah kau masih berbicara selembut dahulu? Memintaku minum susu dan tidur yang lelap, sambil membenarkan letak leher kemejaku.

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu? Ketika kudekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat. Apakah kau masih akan berkata, “Kudengar derap jantungmu”. Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta.

Manisku, aku akan jalan terus. Membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan, bersama hidup yang begitu biru.

Advertisements

10 comments on “Sebuah Tanya – Soe Hok Gie

  1. Hoho… Aku suka puisi/tulisan soe hok gie yang ini. Walau kuakui kalo aku suka shg pertama kalinya bukan karena buku atau pemikirinnta tapi karena nicholas saputra berperan jadi Gie… Nirak ya
    Btw jelasin dunk maknanya^^

  2. menurut pendapatku loh ya. kan persepsi macem2. tergantung mood prasaan juga seh wkwkwk:

    dua orang kekaih yg harus berpisah. si pria (SHG) cm bisa ngenang kisah kasih perjalanan cintanya yg sempet berjalan indah. walaupun endingnya jauh dr indah. huhuhu. ini kisah kasih kok gimana gitu, serasa familiar πŸ˜€

    kisah di sinetron cinta fitri bukan sih? *gubrak, ga level bgt dah :D*

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s