Mark Zuckerberg: Risk, Synapse & Facebook

Ideologi di balik proyek jejaring sosial ini berawal dari pemikiran bahwa ada ketidakefisienan dalam cara orang-orang bertemu. Ada begitu banyak hambatan untuk menemukan orang yang sempurna (sebagai rekan maupun sebagai.. ehmm.. “rekan”) dan jejaring sosial ini bisa menyatukan orang-orang lebih berdasarkan kepribadian mereka atau apapun yang mereka tunjukkan dalam dunia maya.

Membicarakan Facebook tidak bisa tidak membicarakan Mark Zuckerberg. Reputasinya terkenal. Ia belajar ilmu komputer dan tinggal di Eliot House (salah satu gedung sumbangan marga Eliot untuk kampus Harvard). Mark tumbuh besar di kota kelas menengah di Dobbs Ferry, New York sebagai anak seorang dokter gigi dan psikiater. Di SMA ia dikenal sebagai seorang peretas komputer yang begitu pandai memasuki sistem komputer.

Ia juga mempopulerkan namanya sendiri di Exeter ketika menunjukkan prestasi dalam bidang pengodean (coding) dengan menciptakan sebuah versi komputer dari permainan berjudul RISK. Selain itu, ia juga menciptakan sebuah piranti lunak bernama Synapse, sebuah plug-in untuk MP3 Player yang bisa membuat player-nya mempelajari selera penggunanya (terutama berhubungan dengan genre musik) dan mampu menciptakan sendiri alternatif playlist berdasarkan genre yang disukai pengguna tersebut.

FYI, saya sendiri sempat melihat wujud game RISK itu ketika main ke Gramedia. Versi yang dijual disana adalah versi board game (mirip monopoli) yang dikeluarkan oleh salah satu pembuat game terkenal di Amerika, Hasbro. Harganya? Diatas 300 ribu gitu deh 😀 Kaget juga ketika tau bahwa Mark Zuckerberg pernah berhasil membuat versi komputer dari game legendaris ini. Memang pria ini nggak bisa dipandang sebelah mata.

Photo courtesy: Actual Download & Board Game Beast

Kalo tentang Synapse, mungkin contoh paling relevan & paling beken adalah fitur Genius di iTunes. Coba deh instal iTunes (tersedia juga kok iTunes versi Windows. Kalo mo nyoba di Linux, instal pake WINE juga lancar jaya :D). Synapse & Genius-nya iTunes memiliki prinsip yang sama. Sayang versi Genius ini berbayar (Apple.. Apa sih yang ngga berbayar dari perusahaan ini.. :D)

Photo courtesy: Apple Insider

Ngga mengherankan kalau Mark muda yang dulu doyan “ngutak-atik” ini kembali menggetarkan dunia dengan jejaring Facebook-nya sejak peluncurannya pada 4 Februari 2004 silam. Kabar burung yang mengagetkan adalah isu penutupan Facebook yang akan dilakukan pada Maret 2011 mendatang. Wuaduh.. Semoga isu itu tetaplah isu dan nggak jadi kenyataan 😦
Advertisements

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s