Chicken Shit & Specialist

Photo Courtesy: From this web. Saya pernah berpikir, sebenernya apa yang sedang saya cari di dunia ini. Cieehhh… Lagi mode pertapa gunung kayanya nih. Ha3. Hussh. Serius ini pertanyaannya.. Mari kita merenung sejenak. Apakah waktu kita 24 jam tiap hari ini sudah digunakan sebagaimana mestinya? Diluar jam kerja (bagi yang bekerja, baik employee maupun self-employee), jam sekolah (bagi yang bersekolah), jam keluarga (bagi yang berkeluarga), apakah sisa waktu yang ada sudah kita manfaatkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan berharga?

Pada suatu waktu, saya pernah menjalani lifestyle busuk super njijik i. Believe me, this is sucks. Saya sebut lifestyle ini dengan sebutan MTE. Honestly, saya paling benci (amit-amit) sama yang namanya siklus makan-tidur-eek-makan-tidur-eek-makan-tidur-eek. Terus menerus. Damn. Ngga beda jauh ama ternak. Otak jadi tumpul. Badan jadi buncit. Kehidupan sosial terganggu. Hidup tanpa misi dan tujuan jelas. Ngga tau mau ngapain. Ngga berguna buat orang sekitar. Bikin eneg yang ngliat.

Kok bikin eneg? Wajar, karena yang diliat orang-orang adalah pria dgn perut buncit, bangun tidur jam 12 siang (kaya abis kerja keras aja, padahal semalem ngga ngapa-ngapain, cuma bengong di depan laptop), sliweran ngga jelas, kecerdasan menurun drastis, diajak omong sering dongo, ngga nyambung, suka lupa mandi, bau badan busuk, tampang awut-awutan, ngga punya temen main, ngga punya pacar, kuper, tertutup, mengasingkan diri, ga punya misi, ngga punya pemasukan, masih ngemis minta duit, krisis kantong, krisis identitas dan seterusnya. Super-duper horror, sodara-sodara! Duh, ini ngetiknya aja ampe bergetar-getar saking bencinya.

I really, really hate this kind of lifestyle. And I despise it very, very much. Saya ngga tau kenapa saya bisa menjalani kehidupan ala chicken-shit macam begini, sampai akhirnya saya bertemu dengan penyala lilin saya, seorang dosen di kampus yang baru pulang ke Indonesia setelah berhasil mendapatkan gelar Ph.D nya. Kejadian ini udah terjadi beberapa tahun lalu. Saya bersyukur pernah ngobrol dengan beliau, bapak dosen yang inspiratif, karena momen itu menyelamatkan saya. Persis seperti katanya mas Iwan Setyawan di postingan lalu.

Kamu proyeksikan diri kamu kembali ke masa-masa awal kamu menceburkan diri di bidang ini. Beberapa tahun lalu. Apa yang ada di benak kamu saat itu. Mau dibawa kemana jalan hidup kamu?

Liat diri kamu yang sekarang. Apa sudah sesuai dengan proyeksi kamu saat itu? Jika sudah, thank God. Jika belum, seberapa melencengnya? Apakah ada hal yang harus kamu perbaiki?

Saya ingin menjadi seorang ekspert. Seorang specialist. Seorang yang ahli dalam sesuatu. Tujuan primer saya, yang paling utama, adalah menjadi ahli earth science. Inilah misi saya. Saya ngaku kalo saya pernah hampir gagal dalam menjalaninya. Saya kurang sukses. Saya bisa survive namun dengan tertatih-tatih. Tapi, bagaimanapun hasil akhir menohok saya dan menolak diri saya, saya tetep jatuh cinta tuh. Emang dasar, pria kepala batu.

Saya sadar, niat besar dan motivasi saja ngga bakal cukup. Saya harus bekerja dan berusaha dengan detil teknisnya. Sejauh ini, begitu banyak buku, jurnal perjalanan dan hasil penelitian yang belum saya baca. Begitu banyak pengalaman para geo-gnost maupun geo-enthusiast terdahulu yang belum saya selami dan pahami, padahal semuanya begitu berharga.

Apa yang harus kamu tahu untuk bisa survive di dunia yang makin hari makin keras ini? Bidang-bidang apa saja yang harus kamu pahami luar dalam? Mental-state apa yang harus kamu persiapkan?

You know, Geology is still fortunate in being different to most of the other sciences, in that it still allows everyone  –  no matter who they are, professional, amateur, or even curious daytripper – the chance to discover something new.

Jelas, kamu sudah punya benefit dalam hal ini. Kamu bukan sekedar daytripper. Kamu punya basic knowledge-nya. Tinggal bagaimana memolesnya. Jadi, be a sharp earth scientist! Be a specialist!

Prosesnya bakal tidak mudah. Setahun terakhir perkembangan pengetahuan saya pun masih minim. Tapi, ngga seperti yang dulu-dulu, saya mulai memahami benang merah hidup saya. Gimana dengan dearest readers sekalian? Sudahkah menemukan benang merah hidup itu? Syukurlah kalo sudah ketemu. Kalo belum? Keep looking.

Pokoknya, say no to chicken-shit lifestyle. Okeh!

Dibawah ini ada daftar membosankan. Ngga perlu dibaca kok. Ha3. Sejauh yang saya percaya, victory requires preparation and preparation comes in details! Daftar ini adalah daftar bacaan wajib yang harus saya lahap untuk 2 tahun ke depan untuk menjadi specialist. Pelan tapi pasti.

Untuk dearest readers, seperti apakah daftar to-do-list yang dearest readers bikin dalam rangka menjadi seorang specialist? Cerita-cerita yah klo sempet 😀

I. PENGETAHUAN DASAR GEOLOGI WAJIB

1. Dasar Geologi dan Tektonik (Principle of Geology and Tectonics)
         1.1. This Dynamic Earth – The Story of Plate Tectonics (Kious & Tiliing)
         1.2. Introduction to Physical Geology (Thompson & Turk)
         1.3. Earth Structure Second Edition (Pluijm & Marshak)
2. Petrologi (Petrology)
         2.1. Igneous and Metamorphic Rocks Second Edition (Best)
         2.2. Petrology of Sedimentary Rocks Second Edition (Boggs Jr)
         2.3. Atlas of Sedimentary Rocks Under The Microscope (Adams, MacKenzie, Guilford)
         2.4. Atlas of Rock-forming Minerals (MacKenzie, Guilford)
         2.5. Petrology of Sedimentary Rocks (Folk)
3. Sedimentologi dan Stratigrafi (Sedimentology and Stratigraphy)
         3.1. Sedimentary Rocks In The Field – The Geological Field Guides Series (Tucker)
         3.2. Atlas of Sedimentary Rocks Under The Microscope (Adams, MacKenzie, Guilford)
         3.3. Principles of Sedimentology and Stratigraphy (Boggs Jr)
         3.4. Stratigraphic Reservoir Characterization for Petroleum Geologist, Geophysicist and Engineers (Blatt)
         3.5. Applied Stratigraphy (Koutsoukos)
4. Dasar-dasar Analisis Spatial (Principle of GIS Spatial Analysis)
         4.1. GIS For Dummies (DeMers)
         4.2. Applied GIS and Spatial Analysis (Stillwell & Clarke)
         4.3. Spatial Analysis and GIS (Fotheringham & Rogerson)
5. Metode Geologi Lapangan (Geological Field Method)
         5.1. Geological Field Techniques (Coe)
         5.2. Sedimentary Rocks In The Field – The Geological Field Guides Series (Tucker)
         5.3. Geology in The Field (Compton)
6. Applied Geology
         6.1. Applications of X-Ray Computed Tomography in Geosciences (Mess, Swennen, Van Geet, Jacobs)
         6.2. Fractals and Chaos in Geology and Geophysics (Tureotte)
         6.3. Electron Microprobe Analysis and Scanning Electron Microscopy in Geology (Reed)
         6.4. Computer in Geology – 25 years of Progress (Davis & Herzfeld)
         6.5. Applied Geostatistic (Isaaks & Srivastava)

II. PEMANTAPAN TAHUN PERTAMA

1. Tektonika (Tectonics)
         1.1. This Dynamic Earth – The Story of Plate Tectonics (Kious & Tiliing)
         1.2. Introduction to Physical Geology (Thompson & Turk)
         1.3. Earth Structure Second Edition (Pluijm & Marshak)
2. Petrologi Terapan (Applied Petrology)
         2.1. Igneous and Metamorphic Rocks Second Edition (Best)
         2.2. Petrology of Sedimentary Rocks Second Edition (Boggs Jr)
         2.3. Atlas of Sedimentary Rocks Under The Microscope (Adams, MacKenzie, Guilford)
         2.4. Atlas of Rock-forming Minerals (MacKenzie, Guilford)
         2.5. Petrology of Sedimentary Rocks (Folk)
3. Stratigrafi Terapan (Applied Stratigraphy)
         3.1. Sedimentary Rocks In The Field – The Geological Field Guides Series (Tucker)
         3.2. Atlas of Sedimentary Rocks Under The Microscope (Adams, MacKenzie, Guilford)
         3.3. Principles of Sedimentology and Stratigraphy (Boggs Jr)
         3.4. Stratigraphic Reservoir Characterization for Petroleum Geologist, Geophysicist and Engineers (Blatt)
         3.5. Applied Stratigraphy (Koutsoukos)
4. Geologi Lingkungan (Environmental Geology)
         4.1. Investigation in Environmental Geology (Foley, McKenzie, Utgard)
5. Ekonomi dan Manajemen Sumberdaya Energi (Economics and Management of Energy Resources)
         5.1. Energy: Powering The Past, Present and Future (Casper)
         5.2. Petroleum Exploration and Production Rights – Allocation Strategies and Design Issues (Tordo & Johnston)
         5.3. Green Energy: Technology, Economics and Policy (Aswathanarayana, Harikrishnan, Sahini)
         5.4. The New Energy Crisis: Climate, Economics and Geopolitics (Chevalier)
         5.5. Risks Analysis in Theory and Practice (Chavas)
6. Geologi Bawah Permukaan Lanjutan (Advanced Subsurface Geology)
         6.1. Geological Interpretation of Well Log (Rider)
         6.2. 3D Structural Geology – A Practical Guide to Quantitative Surface and Subsurface Map Interpretation (Groshong Jr)
         6.3. The Future of Geological Modelling in Hydrocarbon Development (Robinson, Griffith, Price, Hegre & Muggeridge)
7. Eksplorasi dan Eksploitasi Sumberdaya Energi (Exploration and Exploitation of Energy Resources)
         7.1. Energy: Powering The Past, Present and Future (Casper)
         7.2. Petroleum Exploration and Production Rights – Allocation Strategies and Design Issues (Tordo & Johnston)
         7.3. Coal, Oil and Natural Gas: Energy Today (Horn)
         7.4. Natural Gas – A Basic Handbook (Speight)
8. Geologi Migas Lanjutan (Advanced Petroleum Geology)
         8.1. Elements of Petroleum Geology Second Edition (Selley)
         8.2. Oil: An Overview of The Petroleum Industry (Grace)
         8.3. Nontechnical Guide to Petroleum Geology, Exploration, Drilling and Production (Hyne)
         8.4. Stratigraphic Reservoir Characterization for Petroleum Geologist, Geophysicist and Engineers (Blatt)

III. PEMANTAPAN TAHUN KEDUA

1. Geostatistika (Geostatistics)
         1.1. Applied Geostatistic (Isaaks & Srivastava)
2. Geofisika Eksplorasi Lanjutan (Advanced Exploration Geophysics)
         2.2. Exploration Geophysics: An Introduction (Gadallah & Fisher)
         2.3. Fundamental of Geophysics (Lowrie)
3. Geokimia Terapan (Applied Geochemistry)
         3.1. Inorganic Geochemistry – Applications to Petroleum Geology (Emery & Robinson)
4. Metode Penelitian (Research Method)
         4.1. The Facts on File – Guide to Research (Lenburg)
5. Analisis Cekungan (Basin Analysis)
         5.1. Seismic Stratigraphy, Basin Analysis and Reservoir Characterisation (Veeken)
         5.2. Tracking Environmental Change Using Lake Sediment – Basin Analysis, Coring & Chronological Techniques (Last & Smol)
6. Karakterisasi Reservoar Silisiklastik (Characterization of Siliciclastic Reservoir)
         6.1. The Future of Geological Modelling in Hydrocarbon Development (Robinson, Griffith, Price, Hegre & Muggeridge)
         6.2. The Deliberate Search for The Stratigraphic Trap (Allen, Goffey, Morgan & Walker)
         6.3. Stratigraphic Reservoir Characterization for Petroleum Geologist, Geophysicist and Engineers (Blatt)
         6.4. Inverse Theory for Petroleum Characterization and History Matching (Oliver, Reynolds & Liu)
         6.5. Reservoir Compartmentalization (Jolley, Fisher, Ainsworth, Vrolijk & Delisle)
7. Karakterisasi Reservoar Karbonat (Characterization of Carbonate Reservoir)
         7.1. The Future of Geological Modelling in Hydrocarbon Development (Robinson, Griffith, Price, Hegre & Muggeridge)
         7.2. Carbonate Reservoir Characterization – An Integrated Approach (Lucia)
         7.3. Carbonate Reservoirs – Porosity Evolution and Diagenesis in Sequence Stratigraphic Framework (Moore)
         7.4. Stratigraphic Reservoir Characterization for Petroleum Geologist, Geophysicist and Engineers (Blatt)
         7.5. Inverse Theory for Petroleum Characterization and History Matching (Oliver, Reynolds & Liu)
         7.6. Reservoir Compartmentalization (Jolley, Fisher, Ainsworth, Vrolijk & Delisle)

Advertisements

3 comments on “Chicken Shit & Specialist

  1. Woohoo, somebody’s talking about vision here =)
    Tapi emang penting bgt punya visi, karena itu lah yang membuat kita punya tujuan dalam menjalani hidup ini, halah ;p Good luck buat rencana upgrade ilmunya. Tapi realistis ga tuh segitu banyak buku yg mau dibaca hehe

    • realistis ngga ya? ha3. emang banyak bgt bukunya, fina.
      mana per bukunya bisa nyampe 200-400an halaman.

      klo targetnya 2 tahun, rasanya realistis. cukup waktu.

      postingan ini bakal jadi semacam tonggak. memento. biar aq ga lupa.
      semoga 2 tahun setelah aq nulis ini, apa yang direncanain bner2 terealisasi.

      okeh, bikin planning udah. sekarang waktunya main game.
      *haiah gubbrakkkk* 😀

  2. Pingback: Pertapa Gunung | GEEK WITHOUT GLASSES

Mau komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s