Slay Men With Her Eyes

Image

Sembilan bulan terakhir ini hectic banget. But you know, I’m feeling alive again. Tugas bertumpuk, ujian, asistensi, aneka macam presentasi dan testing beragam software geosains bikin waktu saya penuh dengan kegiatan. Damn exhausting but I really, really enjoyed it. I’m glad that I decided taking master degree. Who’s know, tapi rasa-rasanya ini turning point hidup saya.

Tahun ini 2 tahun sisa waktu sebelum saya menginjak kepala tiga. Saya masih dalam kondisi insecure. I need new job (hopefully my dream job) & I’m still single :D Tapi saya excited. Semoga ilmu yg saya dapet dari master degree ini bisa diterapkan. Saya yakin bisa. Kepala saya jadi sedikit berisi ketimbang 2 tahun lalu yang masih otak jongos LOL :D

Trus, foto cewek diatas tuh sapa? Oh itu. Jadi ceritanya, saya lagi ngefans banget ama Saoirse (pronounced “sir-sha”) Ronan. Film-filmnya sejauh ini beberapa udah saya tonton. Hanna, City of Ember, The Lovely Bones, The Way Back & Atonement. Kayanya ada lagi yang lain, ntar malem coba hunting ah.

I really enjoy all of her scene. Banyak yang bilang klo Saoirse ini ngga cantik tapi manis. Damn hell, saya di barisan terdepan yang bilang, “Sir-sha, kamu tuh cantik dan manis!”.

Especially your beautiful blue eyes. Modified from a zen story, I dare to say ” A soldier may kill with his sword, but this girl slay men with her (blue) eyes.

Over and out. Cheers to all of you :D

Pertapa Gunung

Ngga ada penjelasan sebaik penjelasan Hans Rosling. Pemikiran yang simpel, berangkat dari kepedulian terhadap dunia, powerful & yang paling penting, dia bikin app sendiri untuk mempresentasikan idenya. Bukan slide copas kaya slide-slide pengajar kebanyakan. Sori. Kenyataannya begitu.

Saya masih inget betul kalo pernah bikin resolusi beginian. Setelah dijalanin beberapa waktu, ternyata… lumayan susah untuk dicapai. Penjelasan yang saya terima di kampus sering (banget) ngga crystal-clear. Malah bundet. Tetep kembali ke kebiasaan asal untuk jadi pertapa gunung & baca-baca sendiri.

Di web juga setali tiga kutang. Bundet. Saya rasa sih saya sendiri yang nyari penyakit, dengan pemahaman minimalis nekat baca blog orang-orang ahli. Sarcasm, btw.

……Benturan ini telah menghasilkan Jalur Lipatan dan Sesar Pegunungan Himalaya yang juga merupakan suture Indus. Benturan ini segera diikuti oleh gerakan lateral Daratan Sunda (Sundaland) ke arah tenggara, sebagai wujud escape tectonics, diakomodasi dan dimanifestasikan oleh sesar-sesar mendatar besar di wilayah Indocina dan Daratan Sunda, pembukaan Laut Cina Selatan, pembentukan cekungan-cekungan sedimen di Malaya, Indocina, dan Sumatra, dan saat ini oleh pembukaan Laut Andaman. Sesar-sesar ini terbentuk di atas dan menggiatkan kembali garis-garis suture akresi batuandasar berumur Mesozoikum di Daratan Sunda. Sesar-sesar besar hasil escape tectonics ini adalah : Sesar Red River-Sabah, Sesar Tonle-Sap-Mekong (Mae Ping),  Sesar Three Pagoda-Malaya-Natuna-Lupar-Adang, dan Sesar Sumatra….

……Benturan kedua terjadi pada sekitar 25 Ma (Oligosen akhir) ketika sebuah busur kepulauan samudra yang terbangun di tepi selatan Lempeng Laut Filipina berbenturan dengan tepi utara Benua Australia di tengah Papua sekarang….

……Benturan ketiga adalah benturan antara mikro-kontinen Kepala Burung dengan badan Papua pada sekitar 10 Ma (Miosen akhir)….dst

Hmm. Ruwet. Full jargon. Tanpa animasi. Gambar dimodif dari gambar penulis asli. Jadi inget yang dibilang seorang narablog luar di blognya, Social Mode:

Every human I’ve read about or know has these two basic capabilities: language acquisition skills and concentration, before we go on destroying them (and their enthusiasm) in college..

Sahabat

Apakah arti dirimu untuk sahabat-sahabatmu? Apakah seperti udara yang murni dan kesunyian? Ataukah sebagai roti dan obat?

Terkadang, orang-orang yang tidak bisa membebaskan dirinya sendiri dari belenggu, justru menjadi pembebas sahabat-sahabatnya.

Keseharian yang men-trigger kembali quote dari Nietszche. Nice to know you all, friends.

Kayu Bakar & Laptop

Feelin’ exhausted. Mungkin karena jadwal yang lumayan penuh. Mungkin karena ketakutan saya terhadap ketertinggalan. Mungkin karena merasa insecure terhadap kehidupan. Mungkin karena teringat senyum dearest person from the past, ato mungkin juga karena interaksi dengan beragam karakter manusia. Celengan energi saya abis. Ada yang mau nyumbang, ngisi ulang?

Akhirnya? Buku selalu jadi pelarian yang paling mujarab. Ehmm, sebenernya senyum perempuan yang jadi pelarian paling mujarab. Buku, bolehlah dibilang the second closest :D

Kisah ini bikin saya re-energized lagi. Ada seorang anak yatim piatu yang bernama Ninomiya Sontoku. Keadaannya yang tanpa penopang ini mengharuskan ia tinggal bersama pamannya yang bawel dan galak. Ninomiya diharuskan membantu pamannya mengurusi ladang. Sepanjang waktu.

Continue reading